Bupati Djasri: Jangan Sepelekan Rakor POK

BANJARNEGARA – Jangan sepelekan Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakor POK). Begitu tegas Bupati Drs. Ir. Djasri, MM, MT dalam pembukaan Rakor POK yang diselenggarakan Selasa (19/04) di Sasana Bhakti Praja Komplek Perkantoran Sekretariat Daerah. “Justru pada kesempatan seperti ini kita dapat saling berkomunikasi secara terbuka antar SKPD berkait dengan permasalahan yang ada. Tanpa komunikasi yang bagus koordinasi pembangunan sulit tercapai” kata Bupati Djasri.

Bisa jadi, lanjutnya, kesulitan yang muncul di lapangan berbeda dari konsep makro yang telah digambarkan. Misalnya ada koordinasi yang tidak berjalan bagus, dimana masalahnya. Setelah dicari rupanya berasal dari masalah personil pelaksana kegiatan yang jauh dari masalah teknis. “Intinya, Bila ada SKPD yang punya masalah, inilah forum untuk mengungkap masalah yang tersembunyi yang menjadi kendala kelancaran koordinasi pembangunan . Pesan saya, ungkap saja, sebab kalau tidak dicarikan solusi masalahnya, jatuhnya akan kembali kepada diri kita sendiri” katanya.

Tuntutan untuk menyampaikan permasalahan yang sebenarnya tersebut menjadi penting mengingat catatan-catatan dari permasalahan yang diungkapan akan membantu kelancaran pelaksanaan pembangunan. Dimana letak masalah dan kendalanya. Setelah ditemukan lalu kita cari solusi masalahnya, sehingga permasalahan cepat diselesaikan.“Saya ingatkan, sebentar lagi masa jabatan Bupati akan berakhir di bulan Oktober. Saya berharap semua urusan dapat diselesaikan dengan baik sebelum masa jabatan saya berakhir” katanya.

Tentang penyusunan APBD, Djasri mengingatkan, bahwa APBD disusun berdasarkan banyak pertimbangan tidak saja mewakili apresiasi kepentingan SKPD, Musrenbang, aspirasi langsung dari masyarakat maupun aspirasi langsung dari anggota DPRD. Kesemuanya dipertimbangkan dan dicarikan jalan keluar sebaik-baiknya. “Situasi tersebut sangat dilematis karena adanya tuntutan semua aspirasi untuk dipenuhi sementara Anggaran terbatas” katanya.

Nah berkait dengan penyusunan APBD ini, lanjutnya, Banjarnegara menjadi satu diantara 6 Kabupaten/kota di Jawa Tengah yang memperoleh apresiasi dari Departemen Keuangan karena prestasinya selama tiga tahun berturut-turut berhasil menyususn APBD tepat waktu. Dimulai pada awal tahun kegiatan di awal bulan Desember dan diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal di akhir tahun. “Karena prestasi ini, Depkeu mengucurkan dana segar sejumlah Rp 18 M kepada Pemkab Banjarnegara” katanya.

Sementara itu menurut Koordinator Kegiatan, Kepala Bagian Pembangunan, M. Djamil, B. Sc. menyebutkan bahwa maksud dan tujuan dilaksanakannya Rakor POK adalah sebagai upaya pembinaan dan pengendalian agar tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran, mengevaluasi perkembangan kegiatan masing-masing SKPD, dan koordinasi antar SKPD terkait dengan permasalahan serta upaya pemecahan masalah dalam pelaksanaan kegiatan. “Peserta Rakor POK adalah 34 orang Pengguna Anggaran atau Kuasa Pengguna Anggaran dan 187 Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pada masing-masing SKPD” katanya.

Djamil melaporkan bahwa untuk kegiatan Rakor POK Triwulan I Tahun 2011 ini yang dibahas adalah kegiatan Belanja langsung dari 34 SKPD sebesar Rp 322.906.241.000; di luar belanja SKPD Kecamatan, SKPD Kelurahan serta bantuan-bantuan keuangan yang dikelola DPPKAD. Dari 34 SKPD tersebut tercatat ada 866 kegiatan. Sementara realisasi fisik sampai dengan 31 Maret 2011 mencapai 14,52%, sedangkan penyerapan keuangan sebesar Rp 11.496.806.148;- atau sebesar 3,56%. “Realisasi fisik dan realisasi keuangan yang masih relative rendah disebabkan beberapa kegiatan masih dalam tahap pelelalangan ataupun persiapan pelelangan” katanya. (BNC/ebr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.