Pamsimas Sediakan 3.181 Unit Sambungan Rumah Air Bersih

Ditulis 18 Apr 2011 - 18:43 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Sejak digulirkan pemerintah pusat tahun 2008, Program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di Purbalingga berhasil menyediakan 3.181 unit Sambungan Rumah (SR) yang tersebar di 36 desa. Selain itu, pemanfaatan Pamsimas juga mampu membangun 124 unit jamban sekolah, dan 436 unit tempat cuci tangan sekolah.

”Melalui Program Pamsimas juga mampu meningkatkan capaian stop BAB (Buang Air Besar Sembarangan) hingga 70,46 persen, dan tingkat capaian adopsi cuci tangan pakai sabun sebesar 80,77 persen,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Purbalingga Ir Sigit Subroto, MT, Senin (17/04/2011).

Dijelaskan Sigit, pembangunan sambungan rumah oleh warga masyarakat mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan. Pada tahun 2008 ketika Program Pamsimas mulai digulirkan pada 9 desa hanya mampu berkembang membangun 460 SR. Kemudian pada tahun 2009 mampu membangun 1.702 yang tersebar di 15 desa, dan tahun 2010 sebanyak 1.019 SR yang tersebar pada 12 desa.

Khusus untuk Desa Kedunglegok Kecamatan Kemangkon yang mendapat kucuran program Pamsimas pada tahun 2008, lanjut Sigit, dinilai oleh pemerintah pusat sangat berhasil. Sehingga desa ini menerima dana Hibah Insentif Desa (HID) sebesar Rp 200 juta pada tahun 2010. ”Dana HID ini oleh warga Kedunglegok juga mampu dikembangkan guna menambah 91 SR. Pada tahun yang sama juga mampu menambah SR reguler sebanyak 75 unit, sehingga total SR terbangun termasuk 166 SR pada tahun 2008 berjumlah 332 unit,” jelas Sigit.

Dikatakan Sigit, perkembangan pemanfaatan program Pamsimas sangat tergantung pada kemampuan masyarakat dalam mengelola. Pemerintah memberikan keleluasaan kepada warga masyarakat untuk menentukan model sambungan rumah sendiri, apakah menggunakan meter air atau tanpa meteran air khususnya pada desa-desa yang mengandalkan gaya gravitasi pada penyaluran air bersih. Soal harga juga atas kesepakatan warga masyarakat dengan memperhitungan biaya operasional dan pemeliharaan.

”Untuk sambungan ke rumah-rumah, kami menyarankan lebih baik menggunakan meter air. Karena selain mudah dikontrol pemakaian airnya, juga menghindari kemungkinan warga masyarakat mengambil air dengan menggunakan slang dan dialirkan ke rumah, khususnya pada kran air umum,” kata Sigit.

Sigit menambahkan, untuk program Pamsimas tahun 2011 ini dialokasikan untuk 15 desa. Sebanyak 13 desa menerima program reguler dan dua desa program replikasi. Nilai program setiap desa program Pamsimas Reguler sebesar Rp 275 juta. Dana ini berasal dari pemerintah pusat Rp 195,5 juta, Pemerintah Kabupaten Rp 27,5 juta, uang cash dari masyarakat Rp 11 juta, dan senilai Rp 44 juta berupa material dan tenaga dari masyarakat.

”Sedang untuk dua desa program Pamsimas Replikasi, nilai program per desanya sebesar Rp 275 juta, yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Rp 220 juta, dan sisanya uang cash warga masyarakat Rp 11 juta, dan senilai Rp 44 juta berupa swadaya tenaga dan material,” tambah Sigit (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response