Permintaan Ekspor Knalpot ke Jerman dan Dubai Tak Terpenuhi

Ditulis 14 Apr 2011 - 12:31 oleh Banyumas1

PURBALINGGA, HUMAS – Perajin knalpot asal Purbalingga mulai kebanjiran pesanan untuk memenuhi pasar di luar negeri. Namun, karena keterbatasan peralatan dan ketrampilan tenaga kerja, menjadi kendala untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Knalpot yang dipesan untuk jenis mobil Mercedes Benz sebanyak 200 buah per bulan ke Jerman dan Dubai. Sementara untuk permintaan dalam negeri dengan kualitas standar, tidak menjadi persoalan.

Salah seorang perajin knalpot Purbalingga, Muhajirin mengemukakan, pesanan knalpot berbagai jenis dalam satu bulannya mencapai 3.000 buah untuk memenuhi sebagian besar permintaan dalam negeri. Namun dalam beberapa bulan terakhir ini, ada pesanan dari Jerman, dan Dubai. “Pesanan knalpot semakin meningkat seiring dengan perkembangan industri automotif. Namun, karena keterbatasan alat pencetat dan mesin yang ada, maka kami hanya bisa mengirimkan 50 buah per bulan,” kata Muhajirin.

Ekspor knalpot buatannya, lanjut Muhajirin, melalui seorang warga Jerman Mr Talal yang tinggal di Cirebon. Mr Talal ini yang membuka pasaran knalpot Purbalingga ke beberapa negara lainnya. Semula pesanan hanya ke Jerman, tetapi sudah mulai merambah untuk memenuhi konsumen di Syria. “Jika ada alat pencetak, kami optimis bisa memenuhi kebutuhan permintaan tersebut. Sementara untuk mesin penggeraknya bisa menggunakan fasilitas milik Pemkab Purbalingga yang ada di Unit pelaksana Teknis (UPT) Logam,” kata Muhajirin sembari menambahkan, harga alat pencetak knalpot berkisar antara Rp 100 juta – Rp 300 juta tergantung jenis knalpot yang dicetak.

Muhajirin yang kini memperkerjakan 18 orang karyawan, sejak tahun 2008 lalu juga sudah memenuhi permintaan knalpot sejumlah Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) kendaraan. Seperti Daihatzu dengan jenis knalpot untuk Xenia, Luxio, Cyrion. Jumlah pesanannya sudah ribuan. Sedang untuk jenis Daihatzu Terios pesanan sebanyak rata-rata 5.000 – 10.000 setiap kali kontrak. Kemudian mulai tahun 2010 juga menerima pesanan dari Suzuki APV dan Luxury untuk pabrik di Bogor. Jumlahnya sudah mencapai 2.000 buah.

“Juga pesanan untuk Suzuki Swift GT 3 pada tahun 2010 dan sudah kami kirim sebanyak 2.000 buah,” kata Muhajirin yang membuka bengkelnya di Dukuh Peniron, Kelurahan Wirasana Purbalingga (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response