Dikecewakan Perusahaan, 6 Karyawan Telkom Curi Aki

KARYAWAN MALING: Enam karyawan rekanan Telkomsel Purwokerto berurusan dengan polisi setelah Rabu (30/03) malam tertangkap mencuri Aki Tower milik perusahaan tersebut (foto:nan/BNC)

PURWOKERTO-Mengaku kecewa dengan perlakukan perusahaan, enam pegawai rekanan PT Telkomsel Purwokerto Kabupaten Banyumas Jateng, nekad mencuri aki yang terdapat pada belasan tower telpon seluler (ponsel). Akibat kejadian ini, selain sinyal terganggu, pihak Telkomsel mengaku rugi ratusan juta rupiah.

Jika anda sering kesal dengan sinyal handphone yang sering hilang?. Barangkali salah satu penyebab adalah karena perbuatan enam orang ini. Mereka menucuri Batre penguat sinyal pemancar ponsel. Tidak tanggung tanggung, mereka mencuri di empat wilayah kabupaten, yaitu Banyumas, Cilacap, Banjarnegara dan Purbalingga.

Namun aksi mereka akhirnya terbongkar dan ke enam pegawai rekanan Telkomsel ini harus berurusan dengan polisi, setelah tertangkap petugas Polres Banyumas usai menjual aki tersebut ke seorang penadah di jalan kombas Purwokerto, Rabu (30/03) malam.

Dalam pemeriksaan polisi, Kamis (31/03) pagi terungkap, dalam aksinya mereka selalu bersama-sama dengan dengan berpura-pura memperbaiki tower. “ Saat tidak ada yang mengawasi itulah, batre-batre itu kemudian dicuri. Mereka membaanya dengan mobil dan dikumpulkan disuatu tempat, “ ujar Kapolres Banyumas AKBP Untung Widyatmoko.

Menurut salah seorang tersangka, mereka terpaksa mencuri karena kecewa dengan pihak perusahaan dalam hal pembayaran honor. “ Perusahaan selalu menyepelekan kami, honor kami sangat rendah dan tidak sesuai dengan tenaga kami. Kami sudah usul tapi tidak ditanggapi,” ujar Iwan salah seorang tersangka.

Kapolres Banyumas, AKBP Untung widyatmoko mengatakan, perbuatan ke enam tersangka ini sangat merugikan pelanggan yang menggunakan jasa Telkomsel . Selain menganggu sinyal, perbuatan tersangka ini juga merugikan pihak Telkomsel hingga ratusan juta rupiah.

Kini barang bukti berupa empat batre sudah diamankan Polres Banyumas. Sedangkan barang bukti lainnya masih dalam pencarian aparat. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka kini terpaksa mendekam di tahanan Mapolres Banyumas (BNC/puh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.