Sari, Model Kota Kripik yang Ingin jadi Penyanyi

Ditulis 26 Mar 2011 - 17:43 oleh Banyumas1

Sari

DI KALANGAN     model Purwokerto, nama Eka Tri Wahyu Sari  (24), bukan  nama yang asing lagi. Ia sering menyabet berbagai lomba modelling. “Ada suatu kepuasan  dan kebanggaan tersendiri bisa meraih juara  modelling,” ujar Sari—demikian panggilan  akrab cewek yang lahir di Purwokerto 30 Desember 1981 ini ketika ditemui   seusai mengikuti lomba nyanyi  tunggal Kapolres Cup  yang digelar  oleh Keluarga Besar Putra-Putri Polri di Polres Purbalingga, kemarin

Dalam lomba itu sendiri, Sari yang kini masih tercatat sebagai mahasiswi di Akademi Kebidanan YLPP (Yayasan Lembaga Pendidikan Prada) Purwokerto ini, berhasil meraih juara 2. “Saya menekuni   dunia nyanyi ini belakangan. Sebelumnya, saya  aktif di modelling. Dua hobby itu, kini  berjalan bersama, dan saya bertekad ingin menekuninya secara profesional,” ujar  Sari, putra pertama dari 3 bersaudara pasangan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hartoto dengan  Ratifah (Dosen Akademi Keperawatan Depkes RI Purwokerto ) ini.
Di bidang modelling, Sari mengaku pernah menyabet juara the best cat walk yang digelar oleh Majalah Tabloid Keren –Beken di Hotel Safari Baturraden pada tahun 1999. Kemudian  pada tahun 2000, meraih juara 2 kharisma model millenium, dan the best cat walk kharisma model Indonesia 2000.

Untuk bidang nyanyi, Sari pernah masuk seleksi 50 besar AFI (Akademi Fantasi  Indonesia)  wilayah pemilihan Semarang. “Waktu itu ada puluhan ribu peserta seleksi, yang akhirnya diambil 10. Meskipun  tidak masuk 10 besar, namun saya bertekad, suatu saaat akan  menjadi yang terbaik,” ujar Sari yang piawai bermain alat musik gitar ini.

Kini, Sari, juga suntuk dengan  order nyanyi di berbagai tempat. “Saya  menguasai lagu-lagu pop, khususnya pop barat. Namun demikian, saya juga bisa menyanyikan jalur dangdut, campuir sari, dan pop indonesia, “ ujarnya sembari menebar senyumnya yang khas.

Selain dunia modelling dan olah vokal, diam-diam Sari juga  pintar berakting. Diakuinya, kendati bukan sebagai pemeran utama, namun ia pernah terlibat syuting dalam sinetron Saras 008 di Jakarta. “Waktu itu saya hanya sebagai pemeran pembantu,” katanya.
Pengalaman syuting  lainnya, sambung Sari, yakni berperan sebagai wanita desa dalam film dokumenter kehidupan penderes gula kelapa di Banyumas yang digarap oleh TPI. “Saya juga pernah ikut gabung dalam sinteron Tembang Kaki Telanjang yang digarap oleh TVRI Stasiun Jakarta. Yah..asyik juga sich  ikut syuting…..yang jelas  dapat uang untuk  tambahan  beli buku-buku kuliah dan keperluan lainnya,” ujar Sari.   (BNC/sty)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. seno 11/12/2011 pukul 01:34 -

    Kalo emang pingin nyanyi hub. 02191052499

Leave A Response