Konflik Tanah, Ribuan Massa Geruduk Dislitbang TNI

Ditulis 25 Mar 2011 - 13:11 oleh Banyumas1

Kebumen – Ribuan massa petani warga Kecamatan Mirit, Ambal dan Kecamatan Bulupesantren, Kabupaten Kebumen (Jateng), Kamis (24/03/2011) melakukan aksi unjuk rasa di markas Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang)  TNI AD di pantai Bocor Desa Setrojenar, Kecamatan Mirit. Massa menuntut Pemkab Kebumen dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk meninjau ulang batas tanah yang selama ini menjadi konflik antara petani dan pihak TNI. Lahan yang disebut wilayah Urut Sewu selama ini sering menjadi tempat latihan TNI.

Tuntutan massa petani menyangkut batas tanah milik warga dan TNI. Massa menuntut wilayah Urut Sewu menjadi kawasan pertanian dan pariwisata, dan menolak kawasan tersebut dijadikan kawasan pertahanan dan keamanan. Penentuan batas tanah oleh bupati dan BPN tersebut diharapkan menyelesaikan konflik antara TNI dan petani yang sudah meruncing sejak tahun 2007.

Aksi massa petani tidak berlanjut anarkis. Ratusan petugas gabungan terdiri dari personel Polres Kebumen, Kodim 0709 dan Satpol PP berjaga-jaga dilokasi. Setelah suasana kondusif, Bupati Kebumen, H Buyar Winarso SE  beserta rombongan menuju ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB. Bupati meninjau patok yang diklaim warga sebagai batas tanah antara negara dan rakyat sejauh 220 meter di pinggir pantai.  Begitu selesai meninjau, bupati segera berlalu ke mobil dan tidak member pernyataan.

Ketua Forum Petani Kebumen Selatan (FPPKS) Seniman mengatakan, petani memiliki bukti kuat soal batas tanah negara dan tanah rakyat sepanjang 220 meter dari garis pantai. Bukti tersebut berupa surat penarikan pajak dan kesaksian warga yang hidup pada saat patok dipasang era penjajahan Belanda.

”Kami berharap Bupati Kebumen segera menyelesaikan permasalahan TNI dan warga di lahan yang dijadikan tempat latihanTNI. Penyelesaian tersebut harus dengan bukti hitam diatas putih,” ujar Seniman. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response