KB Hormonal Tidak Untuk Jangka Waktu Lama

Ditulis 24 Mar 2011 - 22:01 oleh Banyumas1

PURBALINGGA– Banyak pasangan usia subur yang tidak memahami jika kontrasepsi hormonal seperti suntik, implant, dan pil tidak bisa dikonsumsi jangka waktu lama secara terus-menerus. Setelah jangka waktu tertentu, pasangan usia subur harus menggantinya dengan KB non hormonal jika masih belum berencana menambah momongan dalam watu dekat.

“Seperti para ibu yang menggunakan kontrasepsi suntik, seharusnya setelah 10 kali suntik, harus ganti kontrasepsi non hormonal kalau belum ingin punya anak lagi,” jelas Kepala Bidang KB DKBPP Drs Hendroko Suroso di sela-sela Penerimaan Tim Penilai Lomba PIK-R Tingkat Jateng di Pringgitan Rumah Bupati Purbalingga, Kamis (24/3).

Menurut Hendroko, kontrasepsi hormonal jika digunakan secara terus-menerus dalam jangka waktu lama tetap memberikan efek samping yang kurang baik bagi kesehatan, seperti penggunaan obat-obatan kimia lainnya. Karenanya, penggunaan kontrasepsi juga harus memperhatikan aturan penggunaannya.

“Petugas kesehatan seharusnya memberikan informasi secara lengkap tentang kontrasepsi sebelum memberikan tindakan kepada pasien. Namun karena kontrasepsi hormonal seperti suntik itu memberikan tambahan penghasilan, tidak kami pungkiri ada petugas kesehatan yang diam saja,”imbuhnya.

Pasangan usia subur juga diimbaunya untuk aktif menggali informasi tentang kontrasepsi sebanyak-banyaknya sebelum menentukan yang akan dipilihnya. Sejauh sesuai penggunaan, kontrasepsi yang beredar di Indonesia relatrif teruji tingkat keamanannya. Tanpa memperhatikan aturan penggunaannya, selain menimbulkan masalah kesehatan juga memperbesar peluang gagal dalam menunda kehamilan.

“Ada seorang ibu yang baru dipasang implant sore, malam harinya melakukan hubungan seks dengan suaminya. Akhirnya program KB-nya gagal. Karena hormon dalam implant belum bekerja sepenuhnya,” lengkapnya.

Tak hanya itu, kata dia, ada juga seorang bapak yang belum sempurna kesembuhan luka sisa MOP sudah melakukan hubungan seks. Sudah dapat diduga, bapak tersebutpun gagal melaksanakan program KB. Atau seorang ibu yang memasang IUD di luar masa haid dan lupa telah melakukan hubungan seks sebelumnya, tidak disadarinya janin dalam kandungannya membesar sementara IUD masih tertancap di mulut rahimnya. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response