Banjarnegara Gelar Resik-resik Kutho

BANJARNEGARA – Kembali kegiatan resik-resik kutho jelang penilaian Adipura digelar oleh Pemkab Banjarnegara pada hari Jumat pagi (18/03). Berbeda dari kegiatan sebelumnya, kegiatan kali ini melibatkan lebih banyak peserta dan diikuti oleh 53 dari 60 kantor, dinas, kelurahan, dan instansi vertical yang diundang. Kegiatan ini bahkan didukung penuh oleh TNI dan POLRI yang menerjunkan langsung puluhan anggotanya. Ikut turun langsung Kapolres Banjarnegara AKBP. Nelson P. Purba, S. Ik. “Kegiatan bersih-bersih kota kali ini dipusatkan di dua tempat, yaitu Pasar Kota dan Terminal Baru” kata Bupati Drs. Ir. Djasri, MM, MT di hadapan peserta apel kebersihan di alun-alun.

Meskipun peserta kali ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan kegiatan sebelumnya, namun perlu diingatkan bahwa kegiatan ini lebih mengutamakan pada kualitas pekerjaan daripada kuantitas. Untuk apa bawa alat-alat kebersihan, lanjutnya, tapi hanya jalan-jalan saja ikut ramai-ramai tanpa melakukan aktivitas kebersihan secara nyata. “PNS berserta TNI/POLRI harus memberi contoh nyata dalam hal upaya menjaga kebersihan lingkungan” katanya.

Hal tersebut, lanjutnya, berkait erat dengan kenyataan bahwa meskipun sudah ke sekian kali Banjarnegara meraih piala Adipura, tetapi rupanya kebersihan masih jauh dari menjadi budaya masyarakat.  Akibatnya, kegiatan bersih-bersih kota seperti kali ini selalu berulang jika menjelang penilaian Adipura. Dan tempat-tempat public yang menjadi perhatian karena nilainya yang rendah pun selalu sama, seperti pasar dan terminal. “Seharusnya kegiatan seperti bersih-bersih kota ini jangan dimaknai sempit hanya sebagai kegiatan menjelang penilaian Adipura. Akan tetapi,  lebih karena cinta kita terhadap kebersihan” katanya.

Khusus untuk pasar kota, Bupati meminta langsung kepada Kapolres untuk menertibkan juga kendaraan-kendaraan yang parkir sembarangan. Meski sudah diberi fasilitas batas marka parkir, lanjutnya, masih sering dijumpai kendaraan penumpang, pribadi maupun sepeda motor parkir seenaknya. “Ketidakdisiplinan pengguna kendaraan menjadi biang keruwetan lalu lintas di jalan veteran” katanya.

Sementara itu, menurut Susatyo staff Bidang Prasarana dan Wilayah Bappeda yang merupakan anggota Tim Teknis Adipura menjelaskan bila kegiatan bersih-bersih kota kali ini memang sengaja dipusatkan di dua tempat, yaitu Pasar Kota dan Terminal Induk. Hal tersebut dikarenakan untuk mengefektifkan kegiatan dan juga kedua tempat tersebut memiliki nilai tinggi dalam penilaian Adipura yaitu poin 9 dari skala 10. “Bila berhasil, kita mempunyai peluang lumayan untuk menambah nilai” katanya.

Di dalam penilaian pertama atau dikenal juga dengan istilah P1, Banjarnegara baru memperoleh nilai 71,77 dari batas total nilai yang menjadi batas perolehan Adipura yaitu 74. Selain kedua tempat tersebut, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winong dalam penilian P1 juga mempunyai nilai rendah. Padahal TPA seperti halnya pasar dan terminal mempunyai nilai tinggi dalam penilaian, sehingga TPA berpotensi juga menambah nilai bila dalam waktu jelang Penilaian P2 di akhir bulan Maret sampai April ini kita mampu memperbaiki kekurangan yang ada. “Saat ini kita terus berupaya memperbaiki kekurangan yang ada di TPA Winong” katanya. (BNC/ebr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.