Pengusaha Jepang Tewas di Tempat Karaoke

Ditulis 11 Mar 2011 - 18:51 oleh Banyumas1

Purwokerto

Kenzaburo Sugimoto, Yamakage dan Takashi saat diterima wabup Purbalingga Sukento Ridho Marhaendrianto.

– Seorang pengusaha agro asal Jepang, Mr Yamakage (75), Kamis malam (10/3) tewas ketika berada di sebuah tempat karaoke di Hotel Dynasti Purwokerto. Yamakage sempat terjatuh dari kursi dan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Geriarti Purwokerto sekitar pukul 21.30 WIB. Namun naas, tim dokter tak bisa menolong. Akibat meninggalnya Yamakage, acara jamuan makan malam yang telah diagendakan oleh Wakil Bupati Purbalingga (Jateng), Jum’at (11/3) malam ini batal.

Yamakage datang ke Purwokerto dan Purbalingga untuk keperluan bisnis. Yamakage merupakan pemilik pertanian strawberi Ichigo House di Propinsi Iwate, sekitar 2 jam perjalanan kereta menuju arah Utara dari ibukota Jepang, Tokyo. Siang hari sebelum meninggal, Yamakage mengunjungi perkebunan strawberi di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Sehari sebelumnya, pada Rabu (9/3) sore, Yamakage bersama rekan bisnisnya Mr Takashi yang diantar Mr Kensaburo Sugimoto, pemilik PT  NYP Wood Work yang beroperasi di Purbalingga, dan salah seorang penerjemah Rahmat Aripin bertemu dengan wakil Bupati Purbalingga Sukento Ridho Marhaendrianto.

Kapolres Banyumas AKBP Untung Widyatmoko yang dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas, Ajun Komisaris Joko Witarso, Jum’at (11/3) membenarkan atas meninggalnya pengusaha Jepang tersebut. ”Kami masih menyelidiki meninggalnya pengusaha Jepang tersebut,” katanya.

Sementara itu penerjemah Yamakage, Rahmat Aripin mengatakan, Yamakage meninggal dimungkinkan karena sakit. Agenda kunjungan ke sejumlah tempat di Purbalingga, sangat padat sehingga kemungkinkan kecapaian. ”Mr Yamakage kemungkinan kecapaian dan usianya juga sudah mencapai 75 tahun,” kata Aripin sembari menambahkan, Yamakage datang dan menginap di Dynasti mulai Rabu (9/3) siang dan rencananya kembali ke Jepang melalui Jakarta pada Sabtu (12/3).

Sempat dipalak

Ketika diterima oleh Wakil Bupati Sukento Ridho, Yamakage sempat bercerita jika dirinya bersama Takashi sempat dipalak oleh calo di bandara Soekarno Hatta Jakarta. Ia sempat bingung keluar dari bandara dan akhirnya harus mengeluarkan uang sejumlah Rp 150 ribu kepada calo. ”Saya heran, mau keluar dari bandara di Jakarta lumayan susah, terpaksa saya harus mengeluarkan uang kepada para calo. Mungkin ini sudah lazim di Indonesia,” kata Yamakage kepada Wabup Sukento saat itu.

Selain mengungkapkan soal calo di bandara, Yamakage sempat akan membuat masakan khusus pada acara jamuan makan malam dengan wabup Sukento. Oleh karenanya, Yamakage khusus membawa bahan-bahan seperti jamur sitake dan sejenis sayuran Jepang untuk dimasak, serta kecap manis yang dibawanya dalam kopor. ”Saya akan memasak masakan Jepang untuk pejabat di Purbalingga. Saya sudah bawa bahan-bahanya khusus dari Jepang. Jamur Sitake ini bisa menambah vitalistas,” ujar Yamakage setengah bergurau ketika itu.

Jamuan Makan Malam Dibatalkan

Secara terpisah Kabag Perekonomian Setda Purbalingga Mukodham, S.Pt menyatakan, pihaknya ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Yamakage yang hendak menjalin kerjasama bisnis dengan petani strawberi Serang, Kecamatan Karangreja. Yamakage juga smepat menjanjikan memberikan pelatihan kepada petani strawberi dengan teknologi Jepang. ”Dengan meninggalnya Mr Yamakage, maka acara makan malam yang sedianya dilakukan Jum’at (11/3) malam, terpaksa kami batalkan. Kami sebenarnya telah menyiapkan masakan khas Indonesia khususnya dari Purbalingga dan juga hiburan kesenian Jawa,” kata Mukodham. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response