Untuk Tampilkan Kekhasan, Jamaah Haji Berseragam Batik

Ditulis 09 Mar 2011 - 23:13 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Jamaah Haji Banjarnegara yang akan berangkat pada musim haji tahun ini, termasuk juga jamaah haji Indonesia lainnya akan mempunyai ciri khas yang sama dengan adanya ketentuan untuk mengenakan seragam Batik haji yang telah ditetapkan oleh Kemenag. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputuan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Nomor D/43 Tahun 2011 tertanggal 11 Februari 2011 yang menetapkan pemakaian seragam Batik bagi seluruh Jamaah Haji Indonesia. “Mensikapi SK Dirjen tersebut, langkah sosialiasi telah dilaksanakan pada minggu kemarin dengan mengundang seluruh jamaah Haji asal Banjarnegara di aula kantor kemendepag” kata Drs. H. Farhani, SH., MM, Rabu (09/03) di kantornya.

Menurut penjelasan dalam SK tersebut, lanjutnya, seragam batik warna dasar hijau toska dengan motif batik warna ungu tersebut dianjurkan untuk dipakai oleh jamaah haji Indonesia pada saat keberangkatan dan kepulangan, baik saat di embarkasi maupun di Bandara.  “Termasuk selama berada di Arab Saudi, kecuali ketika melaksanakan umrah dan wukuf” imbuhnya.

Upaya pemakaian seragam ini ditempuh oleh Kemenag, lanjut Farhani, adalah dalam rangka untuk menghadirkan ciri khas jemaah Haji asal Indonesia. Hal ini ditempuh dengan menampilkan baju yang berdesain Islami, tapi yang mencerminkan Identitas nasional. Batik dipilih karena Batik sudah menasional bahkan mendunia serta dikenal sangat lekat dengan ciri ke Indonesiaan. “Untuk melambangkan kebhinekaan, design batik menampilkan motif bunga dari pulau-pulau besar yang ada di Indonesia” katanya.

Motif bunga yang ditampilkan menggambarkan kekayaan alam dan ornamen pulau-pulau besar yang ada di Indonesia seperti bunga Raflesia dari Sumatera, Perisai dari Kalimantan, Lereng atau Parang dari Jawa dan tanaman rambat dari Indonesia Bagian Timur. Sementara latar belakang warna hijau adalah sebagai lambang dari jamrud khatulistiwa dan warna ungu merupakan perlambang warna untuk masing-masing ornamen dari pulau-pulau besar.

“Untuk sementara ini yang baru sampai di Banjarnegara baru sejumlah sampel baju, yang terbuat dari bahan katun dan semi sutra. Tentang bagaimana tindak lanjut pemenuhannya, kita masih berkoordinasi dengan Kemenag Propinsi dan Pusat” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementrian Agama Banjarnegara H. Mohammad Fauzi, SH menambahkan jumlah jamaah asal Banjarnegara untuk musim haji tahun 2011 berjumlah 757 orang. Dengan total jumlah kuota haji Jawa Tengah sebesar 29.345 orang. Sedangkan total untuk seluruh Indonesia berjumlah 235 ribu orang. “Mencermati pada besarnya jumlah jamaah, kemungkinan besar Batik akan diproduksi tidak di satu produsen” katanya.

Berdasar penjelasan dari Kemenag Pusat, lanjutnya, produksi dan penjualan seragam Batik ini akan disalurkan melalui UKM-UKM di setiap daerah yang tersebar di seluruh Indonesia dengan merek sama yaitu Indohajj. Akan tetapi dengan ketentuan bahwa hak cipta batik ini milik Kemenag Pusat. Maka dengan ketentuan ini maka pada boks kemasan wajib ditulis nama produsen, jenis batik, jenis kain, ukuran, model baju dan tentunya, hak cipta Kementrian Agama RI. “Selanjutnya para jamaah bebas untuk memilih membeli batik dari UKM mana yang pas dengan seleranya” ujarnya. (BNC/eko)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. sogan batik rejodani 11/03/2011 pukul 06:47 -

    Waaah.. jadi semakin mencerminkan .. kekhasan indonsisa tuuuh

Leave A Response