Jepang Jajaki Impor Strawberi dari Purbalingga

Ditulis 09 Mar 2011 - 18:59 oleh Banyumas1

Dari-kiri-kanan : Kenzaburo-Sugimoto-Takashi-Sukento-dan-Yamakage

Purbalingga – Pelaku bisnis agro dari Propinsi Iwate Jepang menjajaki peluang impor Ichigo (strawberi) dari wilayah Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga (Jateng). Produksi strawberi di Jepang pada bulan-bulan tertentu mengalami kekurangan untuk memenuhi pasaran domestik di Jepang. Untuk mencukupinya, para pelaku bisnis tersebut terpaksa mengimpor dari Amerika Serikat, meski kualitasnya kurang bagus.

Dua pengusaha Jepang, Rabu (9/3) sore menemui Wakil Bupati Purbalingga Drs Sukento Ridho Marhaendrianto, MM di ruang kerjanya. Dua pengusaha itu masing-masing Mr Takashi,pemilik Ichigo House dan Mr Yamakage. Keduanya diantar Mr Kensaburo Sugimoto, pemilik PT  NYP Wood Work, sebuah perusahaan perkayuan yang sudah beroperasi lama di Purbalingga. Selain menjajaki peluang import strawberi, dua pengusaha tersebut juga menjajagi import gula serbuk nira kelapa.

Takashi mengemukakan, pertanian strawberi di Jepang berada di perbukitan pinggiran kota. Seperti halnya yang dibudidayakan yakni di pegunungan Propinsi Iwate, sekitar 2 jam perjalanan kereta menuju arah Utara dari ibukota Jepang, Tokyo. Pertanian strawberi di Jepang dikembangkan secara modern dengan teknologi green house yang dilengkapi dengan peralatan untuk menghembuskan gas CO (karbon monoksida) kedalam green house sebelum matahari terbit, peralatan pengontrol tekanan air, peralatan heater (mesin pemanas) ruang Green house untuk menjaga agar ruangan tetap hangat ketika musim dingin, dan pipa penyalur air hangat sebagai pengontrol suhu tanah media tanaman.

“Pertanian strowberi di Jepang untuk melayani kebutuhan konsumen dari wisatawan. Wisatawan yang berkunjung sering disebut sebagai Ichigogari, yang berarti memetik buah strawberry di sebuah kebun strawberry dan memakan hasil petikan sendiri sepuasnya,” kata takashi.

Namun, lanjut Takashi, pada bulan antara Juli hingga Oktober, produksi strawberi di jepang mengalami penurunan. Sementara kebutuhan konsumen terus meningkat. “Pada bulan-bulan ini, Jepang harus mengimpor sekitar 4.000 ton buah strawberi dari Amerika Serikat. Impor ini masing-masing dikemas dalam packing kecil yang setiap packingnya seberat 300 gram dan dijual antara 15.000 – 25.000 Yen. Meski kualitas strawberinya kurang bagus, namun kami terpaksa mengimpornya dari Amerika,” kata takashi.

Setelah melakukan penjajakan lapangan di kebun strawberi petani di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, dan sekitarnya yang berada di kaki pegunungan Slamet, Takashi yakin strawberi Purbalingga bisa diekspor ke Jepang. ”Namun tentunya, budidaya strawberi harus dilakukan dengan teknologi ala Jepang sehingga akan mampu menghasilkan buah yang memenuhi standar konsumen Jepang,” kata Takashi.

Takashi mengatakan, pihaknya siap memberikan pendampingi teknik budidaya kepada para petani strawberi di Purbalingga dan juga siap membantu peralatan budidaya yang second untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi strawberi. ”Jika ada petani dari Purbalingga yang akan belajar budidaya strawberi di Jepang, kami pun siap menerima dan membimbingnya,” kata Takashi.

Takashi mencontohkan, budidaya strawberi di Purbalingga agar menghasilkan kualitas dan kuantitas yang baik sesuai standar Jepang, tentunya harus mendapat perlakukan khusus pada tanah dan pupuk yang diberikan. Selain itu, bibit yang berkualitas juga berpengaruh terhadap produksi. Jika diperhitungkan secara ekonomis, budidaya strawberi model Jepang tentunya memberikan nilai yang lebih. Takashi menggambarkan, untuk budidaya strawberi seluas 3.000 dibutuhkan modal sekitar 150 juta Yen. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. musanglucu 06/08/2012 pukul 11:34 -

    Bagus juga jadinya nanti akan ada transfer teknologi buat petani Purbalingga. Mereka bisa belajar pertanian modern ala Jepang. Standar produksinya pun bisa naik kelas mengikuti standar produksi Jepang. 🙂 Good luck deh…..

  2. medhy pramono 09/12/2011 pukul 19:30 -

    Dengan Hormat
    kami tawarkan sebidang tanah luas (+/- 4200 M2 atau 300 ubin)
    Lokasi strategis samping STADION PURBALINGGA
    Kami jual dengan harga MURAH Rp 900 juta (Rp 3 juta per UBIN)
    Cocok untuk USAHA, PABRIK, SEKOLAHAN, KEBUN … dll

    BERMINAT HUB. : MEDHY PRAMONO (021-99646441 / 081513886066)
    DI JUAL CEPAT … B.U.

  3. medhy pramono 09/12/2011 pukul 19:29 -

    Dengan Hormat
    kami tawarkan sebidang tanah luas (+/- 4200 M2 atau 300 ubin)
    Lokasi strategis samping STADION PURBALINGGA
    Kami jual dengan harga MURAH Rp 900 juta (Rp 3 juta per UBIN)
    Cocok untuk USAHA, PABRIK, SEKOLAHAN, KEBUN … dll

    BERMINAT HUB. : MEDHY PRAMONO (021-99646441 / 081513886066)
    DI JUAL CEPAT … B.U.

Leave A Response