Purbalingga Canangkan Hemat Energi dan Air Mulai Dari Perkantoran

Ditulis 03 Mar 2011 - 15:14 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Mengantisipasi kelangkaan energi dan air, Pemkab Purbalingga mengambil langkah hemat energi dan air mulai dari seluruh perkantoran pemerintahan dan BUMN/BUMD di Kabupaten Purbalingga. Hal ini ditegaskan dalam Surat Edaran Sekda Purbalingga Nomor 071/1142 tentang Penghematan Energi dan Air.

“Perkantoran pemerintahan dan BUMN/BUMD harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam penghematan energi dan air. Anjuran dalam Surat Edaran itu mulai dari hal-hal sederhana seperti penggunaan lampu hemat energi dan mematikan saklar listrik dan kran air yang sudah tidak digunakan,” jelas Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Purbalingga Drs Rusmo Purnomo MSi dalam siaran persnya, Kamis (3/3).

Selain itu, contoh lain untuk hemat energi dalam Surat Edaran meliputi juga pengaturan suhu AC 24-26 derajat celcius, pemakaian musicool sebagai pengganti freon untuk AC, komputer harus dalam keadaan off bukan stand by, dan menggunakan alat penghemat energi pada kendaraan.

Surat Edaran ini menindaklanjuti Inpres RI No 2 Tahun 2008 tentang Penghematan Energi dan Air serta Surat Gubernur Jawa Tengah Nomor 671/03519 perihal Penghematan Energi dan Air.

“Untuk lebih tertib dalam pemantauannya, tiap unit kerja wajib melaporkan pelaksanaannya secara rutin kepada Pak Bupati, yaitu sebelum tanggal 5 tiap bulannya,” imbuhnya.

Tindak lanjut dari gerakan hemat energi di perkantoran ini, diharapkan mampu diteruskan ke masyarakat secara luas. Sebab, masalah energi dan air di berbagai daerah di Indonesia dalam kondisi mengkhawatirkan.

Rusmo menambahkan, sebenarnya persediaan air di Purbalingga relatif melimpah. Purbalingga memiliki 130 mata air dengan debit 2.923 liter/detik dan sampai saat ini baru didayagunakan sebanyak 426 liter/detik. Tapi, jika langkah antisipasi tidak segera dilakukan, sangat mungkin suatu ketika Purbalingga mengalami kelangkaan air.

“Upaya antisipasi sifatnya preventif. Jadi jangan sampai kita bergerak setelah terjadi sesuatu. Itu tidak bijaksana,” tegasnya. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response