214 Desa dapat Bantuan Stimulan Padat Karya

Ditulis 24 Feb 2011 - 11:08 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – 214 desa/kelurahan yang tersebar di 20 kecamatan dapat bantuan keuangan stimulan padat karya Tahun Anggaran 2011. Total anggaran yang digelontorkan untuk bantuan Stimulan tersebut berjumlah Rp 6.732.000.000;- yang diperuntukan bagi 936 kegiatan. Berkaitan dengan bantuan tersebut, maka dipandang perlu diselenggarakan Sosialisasi Bantuan Keuangan Padat Karya Anggaran Tahun 2011 di Sasana Bhakti Praja dari tanggal 22 – 24 Februari.

Koordinator Pelaksana kegiatan Kepala Bagian Perekonomian M. Djamil, menyatakan bahwa kegiatan Sosialisasi bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat desa/kelurahan bahwa desa/kelurahan memperoleh bantuan keuangan Stimulasi Padat. Selain itu, sosialisasi dimaksudkan juga sebagai informasi bagi para penerima bantuan untuk dapat dikerjakan sesuai petunjuk pelaksanaan. “Usai sosialisasi diharapkan para penerima paham untuk melaksanakan bantuan sesuai petunjuk pelaksanaan hingga tidak perlu sampai terjadi kesalahan fatal yang membawa pengelola ke jerat hukum” urainya.

Bupati Drs. Ir. Djasri, MM, MT dalam sambutannya menegaskan kepada desa/kelurahan penerima bantuan bila ada seseorang yang menyatakan bahwa perolehan bantuan tersebut karena jasanya dan kemudian meminta bagian dari dana tersebut untuk dengan tegas menolaknya. “Siapapun itu tolak saja. Entah itu dari eksekutif atau lainnya” tegasnya.

Dana stimulan merupakan anggaran yang berasal dari APBD yang memang dipergunakan untuk pembangunan. Tujuannya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kalaupun ada potongan itu resmi diambilkan untuk PPh sebesar 1,5% dan PPn sebesar 10%.

Yang penting pesan saya, lanjut Djasri, penggunaan dana stimulan tersebut dilaksanakan sesuai kententuannya. Bila proposalnya untuk membangun jaringan irigasi, ya laksanakan sesuai proposal. Jangan melenceng dari proposal karena ketidaksesuaian administrasi bisa menyebakan seseorang disangkakan melakukan penyelewengan. Apalagi sengaja melakukan manipulasi anggaran. “Hati-hati di era sekarang ini sebab kalau sudah jadi urusan hukum, Bupati sekalipun tidak dapat menolong” katanya.

Ia menambahkan, bila anggaran sudah cair segera laksanakan pekerjaan. Musim seperti sekarang ini, ketika pertanian banyak mengalami kegagalan, pelaksanaan suatu proyek cukup membantu menyediakan peluang adanya lapangan pekerjaan.  “Pesan saya, laksanakan pekerjaan tepat waktu dengan administrasi yang tertib dan teratur, serta dengan mutu pekerjaan yang bisa dipertanggungjawabkan” katanya. (BNC/eko)

Tentang Penulis

Leave A Response