Daya Tarik Wisata Sungai di Purbalingga Kelas Dunia

Ditulis 21 Feb 2011 - 22:25 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Daya tarik sungai gunung (creek) di wilayah Purbalingga, sebagai tempat tujuan wisata kayaking, memiliki kualitas kelas dunia. Hal itu ditegaskan kayaker top Eropa, Andraz Krpic kepada wartawan, setelah mengarungi Sungai Tungtung Gunung bersama Tim Sekolah Kayak Tirtaseta akhir pekan lalu.
“Bukan sebuah kebohongan bila dikatakan, daya tarik Sungai Tuntung Gunung untuk kegiatan creek boating (kayaking di sungai curam) memiliki level kelas dunia,” tutur Presiden Freestyle Kayaking Slovenia itu.
Andraz bersama tiga instruktur Sekolah Kayak Tirtaseta (SKT) Purbalingga, masing-masing Puji Jaya, Sigit Setiyanto, dan Toto Triwindarto sukses mengarungi jalur tengah (middle section) sungai yang mengalir di wilayah Kecamatan Bobotsari itu untuk pertama kalinya.
Kayaker dunia, lanjut Andraz, biasanya memiliki tiga kriteria utama dalam menilai kualitas sungai gunung untuk kegiatan kayaking. Yakni batuan sungai yang membentuk terjunan, kualitas air, dan view atau pemandangan. Dari ketiga kriteria tersebut, Andraz menilai daya tarik Sungai Tungtung Gunung sangat khas.
“Saya tidak bisa membayangkan ada kayakers, khususnya creek boaters yang tidak menyukai Tungtung Gunung. Sungainya curam, airnya bening tidak tercermar seperti sungai-sungai di Jawa pada umumnya dan hangat untuk ukuran orang Eropa dan kayaker dari negara-negara  berhawa dingin, serta pemandangannya menakjubkan,” ujarnya.
Pria lajang 27 tahun itu bahkan menilai sungai Tungtung Gunung mirip dengan sungai-sungai di Corsica, Italia, yang merupakan sungai klasik dan ramai dikunjungi wisatawan kayaking dunia. “Bedanya, suhu air sungai di sini 22 derajat celsius. Di Corsica bisa di bawah nol,” tutur Andraz melukiskan daya tarik sungai yang hulunya mengalir dari kaki gunung Slamet itu.
Koordinator Instruktur Sekolah Kayak Tirtaseta Puji Jaya mengungkapkan jalur tengah Tungtung Gunung yang diarungi Andraz bersama Tim Tirtaseta membentang sepanjang tiga kilometer. Jalur sungai yang berada di desa Limbasari itu hanya selebar antara tiga hingga empat meter, dengan arus yang deras, turunan-turunan curam berbatu yang hanya bisa dilalui dengan kayak. Di sisi kiri dan kanan sungai, hutan pinus menjadi pemandangan sekitar yang dominan.
“Sungai ini, cocok bagi kayaker yang sudah memiliki ketrampilan tingkat lanjut (advance),” ujarnya.
Puji menambahkan. jalur bawah Sungai Tuntung Gunung sepanjang lima kilometer pertama kali diarungi oleh tim Tirtaseta pada 2009 lalu. Sedangkan jalur atas (upper section) sungai itu sepanjang  tiga hingga empat kilometer hingga kini belum pernah diarungi.
“Jalur atas sungai ini yang tidak kalah menantang dan indahnya, kami simpan untuk program first descent (pengarungan pertama kali) berikutnya,”tambah Puji.
Andraz Krpic bersama Tim Sekolah Kayak Tirtaseta dijadwalkan mengarungi beberapa
sungai gunung lainnya di Purbalingga. Diantaranya sungai Tambra, yang berpotensi menjadi sungai terbaik dan terunik di Indonesia untuk kegiatan creek boating.
“Bila kualitas creek sungai lain selevel dengan Tuntung Gunung, tidak sulit bagi Purbalingga untuk menjadi tujuan baru yang sangat digemari kayakers internasional,” tegas Andraz.   (BNC/rus)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Obech Rafting 26/05/2011 pukul 22:36 -

    Viva Rafter… semoga potensi wisata sungai di Purbalingga bisa menjadi sarana meningkatkan pesona wisata alam di Indonesia. Kami juga edang mengembangkan WISATA RAFTING di di sungai Kromong, Pacet Mojokerto. Ayo berbagi untuk pengembangan wisata Indonesia. silahkan kunjungi http://www.obechrafting.com

Leave A Response