Sekda : Petani Harus Paham Potensi Lokal

Ditulis 09 Feb 2011 - 12:32 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Sekda Banjarnegara Syamsudin, S.Pd, M.Pd mengatakan, masyarakat petani harus paham potensi lokal daerahnya. Sehingga keunggulan yang dimiliki dapat segera digarap, dan kelemahannya segera dicari solusi!. Demikian disampaikan Sekda saat memimpin panen jagung di lahan petani Desa Kutayasa Kecamatan Bawang, kemarin . Panen bersama yang mengawali kegiatan Temu Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) ini juga dihadiri Kepala Dintankanak Kabupaten Banjarnegara, Ir. Dwi Atmaji, Camat Bawang Abdul Kohar, serta diikuti petani anggota Kelompok Tani ”Ngudi Rejeki” dan ”Tani Makmur” desa setempat.

Kordinator Petugas Pertanian Kecamatan Bawang, Hartono, menyampaikan, kegiatan ini merupakan aspirasi masyarakat tani desa setempat yang didukung PT. Tani Indo. Perusahaan yang meluncurkan varietes jagung BISI 816 ini kerap membantu petani terutama dalam penyediaan bibit jagung. “Tujuannya tak lain agar petani Banjarnegara dapat meningkatkan produksi jagung untuk memperkuat ketahanan pangan daerah!” kata Sapno, area manager PT. Tanindo. Terbukti, lahan seluas 3 hektar yang ditanami bibit jagung tersebut, kini siap panen dengan kualitas produksi yang menggembirakan.

Pola kemitraan yang diterapkan selama ini adalah saling berbagi keuntungan antara petani dan PT. Tanindo Subur Prima sebagai investor yang memberikan sarana produksi berupa benih jagung. Perusahaan memberikan bibit, benih, serta pupuk, sementara petani menyediakan lahan dan pengolahan. Bila panen, pihak perusahaan menampung hasil produksi petani, dimana mereka akan menerima separoh dari hasil produksinya dan tidak perlu mengembalikan sarana produksi yang telah diberikan perusahaan.

Kepada para petani, Sekda Syamsudin, S.Pd, M.Pd berpesan bahwa untuk memaksimalkan produktivitas jagung di Kabupaten Banjarnegara dibutuhkan usaha keras seperti pengembangan areal pertanaman jagung dan peningkatan penggunaan sarana peroduksi yang tepat. Sekda mencontohkan Provinsi Gorontalo yang mampu berswasembada pangan dengan mengunggulkan tanaman jagung, sehingga Gorontalo dijuluki ”Lumbung Jagung” Indonesia. ”Kita pasti bisa asal memiliki mental petarung didukung usaha yang sungguh-sungguh!” katanya memberi semangat kepada petani, yang disambut tepukan riuh pengunjung. (BNC/mjp).

Tentang Penulis

Leave A Response