Bupati Jasri Minta Hargai Sikap Profesional Swasta

HARI K3: Bupati Jasri saat menyerahkan penghargaan perusahaan peduli lingkungan (foto:eko/BNC)

BANJARNEGARA – Bupati Drs. Ir. Djasri, MM, MT menyatakan terima kasihnya kepada perusahaan swasta yang telah ikut andil membantu pemerintah kabupaten dalam mengatasi kelangkaan lapangan kerja. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi inspektur upacara Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional dan Pernyataan dimulainya bulan Keselamatan Kerja Nasional Tahun 2011 yang dipusatkan di halaman Kantor PT. Indonesia Power UPB Mrica, Senin (31/01). “Tidak mungkin semua warga yang siap kerja tertampung di formasi negeri, karena itu saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi swasta” katanya.

Selain itu, Djasri menyatakan terima kasihnya kepada PT. Indonesia Power, PT Serayu Makmur Kayuindo, dan RS Emanuel yang memperoleh penghargaan dari Gubernur karena kepeduliannya pada lingkungan.  Penyerahan penghargaan dilakukan pada akhir upacara oleh Bupati, Wabup dan Ketua DPRD kepada masing-masing peraih penghargaan. Selain ketiga penghargaan tersebut diserahkan juga piagam dan hadiah pada peraih kejuaraan pelaksanaan K3 di internal perusahaan PT. Indonesia Power.

Secara khusus Bupati memberi penghargaan kepada perusahaan swasta yang telah berupaya menjadi mitra baik bagi Pemkab dengan cara membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tepat waktu dan sumbangannya kepada PAD. Khusus pada PT Indonesia Power keberhasilan pembangunan dan pengelolaan PLTMH Siteki dan Plumbungan mestinya dikembangkan juga untuk potensi lainnya. “Hasil dari dua PLTMH sangat bermanfaat untuk meningkatkan PAD, karena itu saya berharap PT. Indonesia Power UPB Mrica bersedia untuk mengerjakan sisa 60 titik lainnya” ujarnya.

Peringatan Hari K3 Nasional yang dilanjutkan dengan Bulan K3 Nasional mengambil tema pokok, yaitu Tingkatkan Pelaksanaan Gema Daya K3 untuk Mendukung Daya Saing Usaha dalam Globalisasi. Hadir pada kesempatan tersebut Wabup Drs. Soehardjo, MM beserta Muspida dan sejumlah peserta upacara dari instansi negeri dan swasta.

Membacakan sambutan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Bupati menyatakan Peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja ini merupakan tahun kedua bangsa Indonesia untuk berjuang, berperan aktif, dan bekerja kolektif dalam mendukung cita-cita Indonesia Berbudaya K3 tahun 2015.”Salah satu tantangan besar di sector ketenagakerjaan pada saat ini adalah kualitas sumber daya manusia, baik yang akan memasuki dunia kerja maupun yang telah bekerja di perusahaan” katanya.

Untuk antisipasi tersebut maka diselenggarakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan SDM melalui optimalisasi Balai Latihan Kerja, maupun kerjasama dengan perguruan tinggi, lembaga diklat swasta maiupun pusat. Peningkatan kompetensi dan daya saing ini untuk mengantisipasi persaingan di era perdagangan bebas Asean Free Trade Area (AFTA) kedua.

”Penting untuk mencermati tuntutan terhadap persyaratan suatu produk barang atau jasa, antara lain harus memiliki mutu yang baik, aman dipergunakan, ramah lingkungan dan memenuhi standar internasional, seperti ISO 9001 series, ISO 14000 series dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)” katanya.

Manager PT. Indonesia Power UPB Mrica melalui Kahumas Gunawan menyatakan mengikuti aturan saat ini PT. Indonesia Power sudah memiliki standarisasi SMK3 dan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP). “Oleh karena itu, kami mohon maaf bila memasuki areal perusahaan sepertinya agak ribet karena harus diperlakukan prosedur tetap standar pengamanan seperti pengawasan dan pemeriksaan identititas tamu” katanya.

Upaya sertifikasi tersebut ditempuh, lanjutnya, dikarenakan Pihak Manajemen menginginkan perusahaan tumbuh menjadi perusahaan professional dengan memperhatikan standarisasi, qualifikasi dan kompetensi. Kami meyakini, lanjutnya, tanpa profesionalitas perusahaan bisa hancur dan kalah bersaing. Prinsip ini kami terapkan di semua lini termasuk dalam hal K3. “Sebagai bukti dari keseriusan ini, setiap tahun perusahaan kami selalu memperoleh penghargaan zero accident dari pemerintah” katanya.

Terpisah Angga Erlangga, SE Kabid Nakertran Dinsosnakertran menyatakan untuk tahun ini Banjarnegara sebetulnya mengusulkan sejumlah penghargaan sesuai dengan ketentuan yang diberikan untuk persyaratannya. Akan tetapi, karena ketentuan awal untuk kategori kepedulian lingkungan maka baru tiga perusahaan. “Semestinya dari perusahaan kita ada yang masuk nominasi meraih penghargaan Zero Accident” katanya. (BNC/eko)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.