Tingkatkan keamanan, rangkaian KA diubah

Ditulis 30 Jan 2011 - 20:37 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Dalam rangka meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang, terhitung sejak Sabtu (29/01) PT Kereta Api Daerah Operasi V Purwokerto mengubah stamformasi (urutan rangkaian) pada semua kereta api penumpang  yang beroperasi di area DAOP V.  Menurut Manajer Humas PT KA Daop V Purwokerto Surono di Purwokerto, Minggu (30/1),  perubahan stamformasi ini dilakukan pada semua kereta api penumpang, dimana akan ada gerbong khusus barang (B = BARANG dan BP = BARANG PEMBANGKIT) di depan dan belakang rangkaian.

Menurutnya gerbong seri B dan BP ini akan berfungsi sebagai penghalang. “Karena ada keterbatasan jumlah armada gerbong khusus barang ini, untuk KA-KA yang belum dilengkapi gerbong khusus barang (B/BP) ditetapkan gerbong penumpang paling depan dan paling belakang akan dikosongkan, artinya tidak ditempati penumpang,” katanya.

Perubahan stamformasi ini akan berpengaruh pada penurunan jumlah tempat duduk dan kapasitas angkut yang tersedia pada setiap kereta api penumpang. Terkait hal ini, PT KAI meminta masyarakat dapat memahami karena kebijakan tersebut diambil untuk memberikan sarana transportasi yang aman bagi masyarakat.

Surono mencontohkan rangkaian KA Purwojaya yang biasanya terdiri atas empat gerbong kelas eksekutif, lima gerbong kelas bisnis, dan satu gerbong seri BP berubah menjadi empat gerbong kelas eksekutif, empat gerbong kelas bisnis, satu gerbong seri BP, dan satu gerbong seri B. Rangkaian kereta api dari Daop V yang pertama kali menerapkan kebijakan ini adalah KA Serayu jurusan Kroya-Bandung-Pasar Senen. Berikutnya mulai Sabtu (29/01) seluruh KA dari Daop V sudah menerapkan kebijakan tersebut.

Penerapan kebijakan tersebut  akan berdampak pada kapasitas penumpang. Surono mengatakan, KA Purwojaya jurusan Cilacap-Gambir yang semula terdiri atas 528 tempat duduk berubah menjadi 464 tempat duduk atau turun 12 persen serta kapasitas angkut turun dari 608 orang menjadi 528 orang (13 persen).

Sedangkan KA Sawunggalih Utama Pagi jurusan Kutoarjo-Pasar Senen yang semula 692 tempat duduk menjadi 564 tempat duduk (turun 18 persen) dan kapasitas angkut turun dari 852 orang menjadi 692 orang (13 persen).

Demikian pula KA Sawunggalih Utama Malam jurusan Kutoarjo-Pasar Senen yang semula terdiri atas 640 tempat duduk berubah menjadi 512 tempat duduk (turun 20 persen) dan kapasitas angkut turun dari 800 orang menjadi 640 orang (20 persen).

Untuk rangkaian KA Bogowonto jurusan Kutoarjo-Pasar Senen yang semula 900 tempat duduk berubah menjadi 720 tempat duduk (turun 20 persen) dan kapasitas angkut semula 1.125 orang menjadi 900 orang (turun 20 persen).  Sementara itu, KA Kutojaya Utara jurusan Kutoarjo-Pasar Senen yang semula 1.060 tempat duduk menjadi 848 tempat duduk (turun 20 persen) dan kapasitas angkut turun dari 1.325 orang menjadi 1.060 orang (20 persen).

KA Kutojaya Selatan Jurusan Kutoarjo-Kiaracondong Bandung yang semula 742 tempat duduk menjadi 530 tempat duduk (turun 29 persen) dan kapasitas angkut turun dari 928 orang menjadi 663 orang (29 persen).

KA Serayu I dan II jurusan Kroya-Jakarta yang semula 742 tempat duduk menjadi 530 tempat duduk (turun 29 persen) dan kapasitas angkut turun dari 928 orang menjadi 663 orang atau (29 persen).

KA Logawa jurusan Purwokerto/Cilacap-Jember yang semula 1.060 tempat duduk menjadi 848 tempat duduk (turun 20 persen) dan kapasitas angkut turun dari 1.325 orang menjadi 1.060 orang (20 persen). (Ant/puh)

Tentang Penulis

Leave A Response