Rudiyanto, Gencar Berantas Buta Aksara

Ditulis 14 Jan 2011 - 11:56 oleh Banyumas1

TEKAD Rudiyanto, M.Si , penilik Pendidikan Luar Sekolah pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Pengadegan, Purbalingga  untuk memberantas buta aksara di wilayahnya, terus gencar dilakukan. Ia tak segan-segan ke luar masuk dusun yang sulit dijangkau sekalipun, demi seluruh warga Pengadegan melek huruf.
“Lambat laun, mereka yang buta aksara yang tersebar di 9 desa di wilayah Kecamatan Pengadegan, mulai berkurang. Boleh dibilang sekarang sudah tidak ada lagi warga Pengadegan yang buta huruf. Itu tak lepas kerjasama yang baik antara bidang PLS UPTD Pengadegan dengan aparat pemerintahan desa, tak terkecuali hingga jajaran RT, RW, Posyandu,tenaga teknis lapangan  dan para tutor,”  ujar Rudiyanto, M.Si ketika ditemui  di ruang kerjanya, Kamis (13/1).
Rudiyanto mengakui, semula hingga akhir 2010 ada puluhan warga  belajar , baik anak-anak maupun orang tua yang mengikuti program keaksaraan. Mereka dijaring mengikuti program ini, karena tidak bisa baca tulis. Namun setelah dididik secara intensif oleh para tutor, mereka kini sudah  bisa baca tulis. Selanjutnya, warga belajar itu kini juga intensif dibekali life skill atau kecakapan hidup, agar mandiri.

Program kecakapan hidup yang kini dikembangkan oleh bidang PLS UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Pengadean, yakni disesuaikan dengan minat warga belajar dan potensi desa setempat.Diantaranya, pembuatan kerajinan anyaman bambu, pertukangan, pembuatan alat  peraga edukatif untuk anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini  (PAUD) dan Taman Kanak-kanak  (TK), dan kuliner lokal, seperti pembuatan tempe kripik dan sriping pisang.

“Seiring pemberian program life skill itu, mereka selain sudah bisa baca tulis, juga banyak diantaranya yang sudah  mandiri dari sisi ekonomi keluarga. Ada kepuasan dan kebanggan tersendiri, ketika mereka sudah bisa baca tulis, dan mandiri,” ujar Rudiyanto, M.Si (BNC/tgr

Rudiyanto,M.Si

)

Tentang Penulis

Leave A Response