Terminal Bayangan Sebabkan Terminal Induk Sepi

Ditulis 14 Jan 2011 - 11:45 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Menanggapi pemberitaan tentang masih sepinya terminal baru, Bupati Drs. Ir. Djasri, MM, MT, Kamis (12/01), di kantornya menyatakan bahwa sepinya terminal induk tersebut dikarenakan banyaknya terminal bayangan. Terminal bayangan tersebut, lanjutnya, menyebabkan masyarakat enggan untuk pergi ke terminal induk dan memilih menunggu bus di tempat tidak resmi tersebut. “Bila masyarakat dan awak angkutan jalan tidak peduli atas ketertiban pengaturan transportasi, maka sulit mengharapkan solusi atas masalah ini” katanya.

Terminal bayangan untuk jalur Terminal ke Purwokerto, Banyumas, Wanadadi, dan Ponjen terdapat di perempatan Wambing, Depan hotel Central, Perempatan PLN dan Pasar Wage. Sedangkan di lingkungan pasar mereka untuk jalur Karangkobar tepat berada di seberang pasar Induk dan di pertigaan Gayam.

Bupati menambahkan beragam upaya yang dilakukan pemerintah tidak akan maksimal bila tidak ada upaya timbal balik dari masyarakat. Pemerintah menjalankan fungsinya selaku fasilitator pembangunan diantaranya dengan membangun terminal yang dekat dengan pasar induk. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat Banjarnegara maupun luar kota usai berbelanja tidak perlu berjalan jauh menuju terminal angkutan. Selain itu lokasi terminal induk bersebelahan juga dengan Pasar Buah dan Hasil Bumi. “Tujuan dari upaya ini adalah untuk merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat Banjarnegara dengan memberikan kemudahan akses transportasi” urainya.

Pemerintah, lanjut Bupati, berusaha arif dan bijak dalam menangani permasalahan terminal ini dengan mengutamakan jalur musyawarah antar semua pihak yang berkepentingan. Akan tetapi, masalah sepertinya belum juga menemui titik temu. Karena itu, Bupati mengisyaratkan akan mengambil tindakan tegas dalam waktu dekat ini berkait dengan penertiban aturan transportasi. “Saya minta Satpol PP dan Dinhubkominfo untuk bertindak tegas menegakan aturan”  katanya.

Khusus untuk kemacetan yang terjadi di jalan veteran ataupun lingkungan pasar induk dan sekitarnya, Bupati minta kepada pihak terkait Satpol PP, Dinhubkominfo, Polisi Lalu Lintas dan Indagkop untuk melakukan upaya sinergis sehingga upaya mengurai simpul kemacetan segera teratasi.

Perlu diperhatikan juga upaya berkesinambungan agar penegakan aturan dapat terus dilaksanakan karena sepertinya situasi kemacetan di pasar sangat dilematis. Transportasi berjalan baik ketika sejumlah jajarannya melakukan penertiban, tetapi selang beberapa waktu usai penertiban situasi kembali ruwet malah kadang muncul masalah baru. Ia mencontohkan, ketika angkutan telah menyingkir dari tempatnya mangkal, malah diisi oleh kaki lima. ”Di lain tempat, parkir sampai 2-3 shaf di bahu jalan. Ditambah keruwetan lalu lintas karena becak dan dokar. Otomatis, kemacetan muncul” katanya.

Terpisah ketua Paguyuban Awak Kendaraan Banjarnegara (Pakunegara) Budiyono menyetujui rencana Pemeritah menerapkan tindakan tegas dalam mengatur masalah transportasi ini,  Akan tetapi Ia mengusulkan penegakan tersebut sifatnya harus menyeluruh bukan hanya parsial. Semua pihak yang berkepentingan harus punya komitmen kuat dan kesadaran yang tinggi. “Baik Polisi Lalu Lintas, Dinhubkominfo, maupun awak kendaraan angkutan” katanya.

Oleh karena bila upaya mengatasi masalah rumit ini dilaksanakan setengah-setengah dan penanganannya parsial, maka bisa dipastikan upaya tersebut masih belum mampu mengurai simpul masalah. “Penegakan aturan transportasi harus dikerjakan di semua lini. Bila langkah ini yang ditempuh, Saya yakin akan mempunyai efek langsung terhadap penataan transportasi dan terhadap minat penumpang untuk masuk terminal induk” katanya (BNC/eko).

Tentang Penulis

Leave A Response