Percayakan Aspirasi Pada Mekanisme yang Ada

Ditulis 14 Jan 2011 - 11:43 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Bertempat di Ruang Rapat Bupati diselenggarakan acara pengarahan Camat-camat se Kabupaten Banjarnegara oleh Bupati Drs. Ir. Djasri, MM, MT. Pengarahan ini diberikan berkaitan dengan himbauan Gubernur Jawa Tengah tentang fenomena penyampaian aspirasi perangkat dengan cara pengerahan massa ke Jakarta.

Penyaluran aspirasi perangkat, kata Djasri, sebaiknya disalurkan lewat mekanisme yang ada dengan cara mengikuti hierarki pemerintahan. Dimulai dari pemerintahan tingkat desa lalu berurutan ke jenjang pemerintahan di atasnya. Tidak perlu berbondong-bondong dengan cara mengerahkan massa ke Jakarta. Selain membutuhkan biaya besar juga mengandung bahaya. “Percayakan saja pada mekanisme yang ada, aspirasi masyarakat pasti sampai” katanya.

Ia mencontohkan, dalam menghadapi permasalahan Kades dan perangkatnya, Gubernur telah memanggil sejumlah perwakilan untuk langsung mengadakan dialog. Perwakilan Kades dan Perangkat tersebut mewakili masing-masing wilayah eks karesidenan di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Terangkum sejumlah permasalahan diantaranya aspirasi Kades dan perangkat desa yang menginginkan bengkok dikembalikan kepada mereka dan dikelola sebagai bagian pendapatan gaji perangkat, masa jabatan kades diperpanjang menjadi 8 atau 10 tahun, pemberian jaminan kesehatan purna tugas bagi Kades dan Perangkat, usulan biaya penyelenggaraan Pilkades dibebankan ke APBD, pelepasan tanah bengkok dapat ditukar dengan tanah di luar desa, dan penguatan otonomi desa dikembalikan pada asal usulnya seperti Kades dikembalikan menjadi Lurah, Sekdes – Carik, Kadus – Bau, Kaur Kesra – Lebe, dan Kaur Pemerintahan – Polisi Desa. “Semua aspirasi tersebut akan dibawa Gubernur untuk disampaikan langsung kepada Mendagri dan Presiden” katanya.

Djasri mengingatkan bahwa para perangkat desa tersebut merupakan bagian dari aparat pemerintahan desa yang mempunyai tugas melayani administrasi pemerintahan setiap harinya. Untuk mengikuti kegiatan di Jakarta berarti akan meninggalkan tanggung jawab pekerjaannya. Ia mengkhawatirkan sejumlah pekerjaan akan terbengkelai. Kasihan masyarakat. Ia mengingatkan selaku aparat ada aturan dan tanggung jawab yang harus ditaati. “Semua perangkat desa yang akan bepergian ke Jakarta harus seijin Kepala Desa dan diketahui oleh Camat” katanya. (BNC/eko)

Tentang Penulis

Leave A Response