Kakanwil Kemenag : Jangan ada Pegawai yang Selingkuh

Ditulis 11 Jan 2011 - 20:06 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Kepala Kanwil Kementrian Agama Jawa Tengah H. Imam Haromain As’ari, mengingatkan kepada seluruh Jajaran Kementrian Agama Banjarnegara untuk bersikap hati-hati dalam mengembang amanah jabatan maupun pekerjaannya. Meskipun sepertinya tidak mempunyai hubungan langsung, akan tetapi perilaku pegawai di luar tugas pokok dan fungsinya seringkali menjadi sorotan masyarakat yang dapat berakibat pada kelancaran karir seorang pegawai. Hal tersebut disampaikannya Selasa siang (11/01) di hadapan jajaran Kemenag Banjarnegara pada acara tasyakuran dan pembinaan PNS di Pendopo Dipayudha Adigraha.

Perilaku buruk tersebut selain merugikan institusi juga merugikan diri pribadi. Ia mencontohkan tentang seorang pegawai yang selingkuh. Mungkin saja kantor belum mengetahui sehingga terlihat aman. Akan tetapi, masyarakat punya penilaian sendiri atas pegawai tersebut yang tentunya merugikan kantor. Dan seringkali, pada saat akan terjadi kenaikan karir, katanya, informasi semacam itu masuk kepada Pimpinan. ”Akibatnya, peningkatan karir tertunda. Ini tentu merugikan pegawai tersebut” katanya.

Oleh karena itu, Imam menghimbau jajarannya untuk berperilaku profesional sebagai pegawai dengan cara bekerja keras dan bekerja secara cerdas dalam tanggung jawabnya masing-masing. Akan lebih baik lagi bila dalam melaksanakan semua pekerjaannya tersebut didasari rasa ikhlas dalam bekerja. ”Tujuan dari upaya ini jelas yaitu terjadinya peningkatan kualitas pelayanan dari jajaran Kemenag” katanya.

Bupati Banjarnegara, Drs. H. Djasri, MM, MT dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada jajaran kemenag atas upaya selama ini dalam menangani bidang keagamaan di Banjarnegara sehingga tercapai kemajuan yang cukup berarti. Ia mengingatkan, selaku Bupati dalam upayanya mendukung kehidupan beragama tersebut Ia telah mengeluarkan tiga instruksi.

Instruksi pertama, bagi pegawai perempuan yang muslim dianjurkan untuk memakai jilbab. Ini merupakan bentuk penghargaan kepada kaum perempuan dalam hal menjaga auratnya Kedua, bagi para pejabat atau pimpinan bila menyelenggarakan rapat untuk melakukan rehat sementara waktu saat adzan dhuhur berkumandang. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberi kesempatan pegawai yang muslim untuk menunaikan sholat berjamaah di masjid. ”Meski saya tahu, belum semua pegawai memanfaatkan rehat tersebut untuk sholat” katanya.

Ketiga, laksanakan sholat lima waktu di masjid. Menyangkut instruksi yang ketiga ini, Djasri menyampaikannya sambil melempar joke. ”Khusus untuk jajaran Kemenag bila sanggup melaksanakan instruksi ketiga ini dengan baik, 9 bulan 7 hari lagi saya akan mengundurkan diri” katanya disambut tawa lepas hadirin.

Sementara itu, Kepala Kementrian Agama Banjarnegara Drs. Farhani menyampaikan dalam rangka merayakan Hari Amal Bhakti diselenggarakan sejumlah kegiatan. Upacara dan Pawai Ta’aruf yang diikuti oleh 11.000 orang telah dilaksanakan pada tanggal 3 Januari. Tak lupa, lanjutnya, berbagai macam lomba pun digelar seperti lomba Mapel Agama Islam dan Mapel UAN, Lomba Olah Raga, Lomba Perwanida, dan Jalan Sehat. ”Untuk kegiatan gerakan Wakaf Al Quran terkumpul dana sebesar Rp 28.000.000;-” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Farhani juga menyampaikan terima kasihnya kepada Bupati yang telah memberi perhatian besar terhadap kehidupan keagamaan di Banjarnegara. Hal tersebut dapat dilihat pada tahun 2010 Pemkab Banjarnegara telah mengalokaikan dana APBD sebesar Rp 3.800.000.000;- untuk kegiatan keagamaan. Ditambah lagi, lanjutnya, DIPA APBN satker jajaran kemenag tahun 2010 yang mencapai angka Rp 64.073.208.000;- ”Sehingga total jumlah dana APBD dan DIPA APBN Kemenag untuk kehidupan keagamaan mencapai Rp 67.873.208.000;-” katanya.

Anggaran tersebut, lanjutnya, digunakan untuk membiayai kegiatan pembangunan di bidang keagamaan seperti Bantuan Rehab Madrasah dan KUA, Bantuan Gedung Perpustakaan dan Laboratorium, Bantuan Sertifikasi, Tunjangan Guru maupun Pengawas, Bantuan Pondok Pesantren, TPQ dan Madin, Bantuan Dana Operasional Ormas Islam, Bantuan Panitia Hari-hari Besar Islam (PHBI) dan IPHI, Bantuan Sarana Peribadatan, Bantuan Majlis Taklim, dan sebagainya. ”Alhamdulillah semua dana tersalurkan dengan baik yamg membawa implikasi pada peningkatan kualitas kehidupan beragama di Banjarnegara” katanya. (BNC/eko)

Tentang Penulis

Leave A Response