APBD Purbalingga 2011 Tambah Rp 102 Miliar

Ditulis 09 Des 2010 - 15:27 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Di tengah suasana keprihatinan, Purbalingga mendapat angin segar dengan kenaikan APBD hingga Rp. 102 miliar. Artinya, APBD Purbalingga yang semula di kisaran Rp. 725 miliar kini bertanbah menjadi kisaran Rp. 827 miliar.

APBD kita memang naik hingga 102 miliar. Jangan sombong, tetaplah bekerja sebaik-baiknya, tertib administrasi dan tetap efisien,” ujar Bupati Drs H Heru Sudjatmoko MSi kepada para camat, kepala puskesmas dan pimpinan SKPD se-Kabupaten Purbalingga saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Rakor JPKM di Operational Room Graha Adiguna, Kamis (9/12).

Menurut Bupati Heru, tambahan anggaran senilai Rp 102 miliar ini terdiri dari Dana Alokasi Khusus senilai Rp 22,5 miliar, Dana Alokasi Umum senilai Rp 57,5 miliar, Pasca Bencana Rp 12,6 miliar (APBN) serta Tempat Pembuangan Sampah dan Sanitasi Rp 10 miliar (APBD Provinsi Jateng). Bahkan jika Dana Penguatan Desentralisasi Fiskal (DPDF) jadi turun, maka total kenaikan APBD tahun 2011 menjadi Rp 122 miliar.

Selama tahun 2011, Bupati Heru memang telah berkomitmen memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Dalam waktu dekat yang akan digarap lebih pada perbaikan/ pemeliharaan infrastruktur yang rusak. Jika pelaksanaan perbaikan benar-benar bisa diawasi sebaik-baiknya sehingga kualitas perbaikan maksimal, tahun 2012 dana untuk pemeliharaan akan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur yang baru.

”Tolong bangun komitmen bersama, awasi semua proyek dan laksanakan tugas dengan semestinya. Kalau kualitas perbaikan memang bagus, maka tahun selanjutnya dana yang seharusnya untuk pemeliharaan bisa kita alihkan untuk pembangunan jalan atau jembatan yang baru,” tegasnya.

Bupati Heru telah merancang pembangunan infrastruktur baru seperti jembatan Karangjambu – Onje dan jembatan Pekiringan – Grantung. Selain itu, Bupati Heru juga telah melakukan kesepakatan dengan Bupati Banyumas tentang rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Kemangkon dan Sokaraja.

”Ini bukan karena saya asli Kemangkon, tapi karena masyarakat miskin paling banyak di Kemangkon. Mudah-mudahan jembatan ini bisa mendongkrak kesejahteraan masyarakat miskin disana,” ujarnya.

Rencana pembangunan jembatan Kemangkon-Sokaraja sebenarnya diawali impian Bupati Heru menjadikan Lanud Wirasaba sebagai bandara komersil. Hanya saja, Bupati Heru melihat sebelum bandara itu dibangun lebih mendesak menyiapkan infrastruktur pendukungnya terlebih dulu.

”Kalau dibangun bandara dulu, tapi infrastrukturnya tidak mendukung yang saya khawatirkan justru akan mangkrak bandara itu setelah dibuat. Jadi, saya prioritaskan pembangunan jembatan Sokaraja-Kemangkon dulu,” jelasnya.

Jika hingga akhir kepemimpinannya belum juga mampu membangun bandara itu, kata dia, jembatan Kemangkon –Sokaraja tetap akan bermanfaat bagi masyarakat. Lebih jauh, selain bidang infrastruktur, Bupati Heru juga telah menyiapkan prioritas pembangunan lainnya seperti pengarusutamaan gender, KB, JPKM, PHBS, penurunan angka kematian bayi/ balita, penurunan angka kematian ibu hamil dan menyusui, dan pendayagunaan potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat. (BNC/c)

Tentang Penulis

Leave A Response