Lapor Polisi,Wartawan Banyumas Tuntut Polisi Usut Insiden Cihonje

Ditulis 07 Des 2010 - 12:02 oleh Banyumas1
LAPOR POLISI: Kusworo, wartawan TransTV didampingi pengacara saat melapor ke Mapolres Banyumas, Senin (06/12). (foto:win/BNC)

LAPOR POLISI: Kusworo, wartawan TransTV didampingi pengacara saat melapor ke Mapolres Banyumas, Senin (06/12). (foto:win/BNC)

BANYUMAS- Kasus pengejaran , perampasan kamera dan upaya penyanderaan wartawan TransTV berbuntut panjang, Wartawan TransTV, Kusworo serta sejumlah wartawan teve dan surat kabar mendatangi Mapolres Banyumas, Senin (06/12).Mereka yang didampingi penasehat hukum dari LBH Merdeka Purwokerto melaporkan insiden tersebut.

Diterima petugas Reskrim Polres Banyumas, Kusworo yang nyaris menjadi korban sekelompok orang brutal itu langsung memaparkan kronologis kejadian. Hingga pukul 21.00 malam, berkas acara pemeriksaan baru selesai.

Kepada wartawan, Taswin, SH salah seorang penasehat hukum mengatakan, upaya hukum ini memang harus dilakukan karena aksi anarkis sekelompk orang itu sudah tak bisa ditolelir. Bahkan mereka seperti tidak menghargai ada sejumlah aparat yang berusaha menghalang halangi aksi mereka.

” Kita tidak bisa membayangkan jika saudara Woro (Kusworo-red) saat itu tidak lari. Pasti mereka akan menghakimi dan yang terjadi bisa sangat fatal.” ujar Taswin.

Menurut Taswin,insiden tersebut merupakan preseden buruk terhadap dunia pers di Indonesia. Karenanya kita akan tetap melakukan upaya hukum. Apapun nantinya yang akan kita peroleh, intinya adalah memberikan efek jera kepada para pelakunya,” tambah Taswin.

Sementara rekan Kusworo, Lilik Dharmawan, wartawan Media Indonesia menyesalkan aksi tersebut. Menurutnya tindakan itu sangat membahayakan pekerja pers. ” Ini bisa terjadi pada siapa saja, kalau tidak segera dilakukan upaya yang bisa membuat mereka memahami pekerjaan kita,” ujar Lilik.

Sejumlah anggota wartawan dari PWI Banyumas dan Komunitas Jurnalis Televisi Purwokerto (KJTP) ini mendesak polisi serius mengusut kasus tersebut. ” KIta akan kawal teman kita ini, sebagai bentuk solidaritas sesama pekerja pers,” tambah Imam Ambarwoto, dari Trans7 (win/BNC)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Gagak Parkoso SH MH 08/12/2010 pukul 10:31 -

    Aksi itu benar benar sudah tindak pidana. Mereka bisa dijerat dengan UU Pers dengan acanaman hukuman 2 tahun penjara. Tetapi dilihat dari kronologi berita, peluang untuk berdamai sangat terbuka lebar. Karena pada intinya semua itu terpulang pada rasa saling menghargai saja.

Leave A Response