AS Janji Bantu Pembersihan Candi Borobudur

Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Diplomasi Publik, Penerangan dan Kebudayaan, Judith A McHale, saat mengunjungi Candi Borobudur. (BNC)
Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Diplomasi Publik, Penerangan dan Kebudayaan, Judith A McHale, saat mengunjungi Candi Borobudur. (BNC)

Magelang – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyanggupi untuk membantu proses pembersihan Candi Borobudur dari guyuran abu vulkanik Gunung Merapi. Langkah itu sebagai bagian dari upaya penyelamatan dan pelestarian candi warisan Dinasti Wangsa Syailendra tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Diplomasi Publik, Penerangan dan Kebudayaan, Judith A McHale, mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan satu cara untuk bantuan dana proses pembersihan candi dari pemerintahannya.

”Amerika Serikat dan Indonesia mempunyai hubungan kemitraan yang komprehensif. Hal ini menjadi bagian penting dalam kerjasama ini. Semoga ada cara untuk membantu Candi Borobudur,” katanya, Sabtu (4/12).

Usai menyaksikan pembersihan candi sampai lantai tujuh.
Proses pembersihan dilakukan oleh 10 sukarelawan dari mahasiswa jurusan Arkeologi Universitas Indonesia (UI). Judith A McHale mengaku kagum atas ketelitian dan kegotongroyongan para relawan tersebut.

Dalam kunjungan itu, Judith A McHale disambut kesenian Wulang Sunu dari siswa SMP Candirejo. Dia juga berkesempatan menyaksikan koleksi Museum Karmawibhangga di kompleks Candi Borobudur.

Yudith tampak terkesan atas kemegahan bangunan candi sebagai karya dan warisan budaya dunia. Dia mengatakan, candi itu menjadi cermin keragaman budaya di Indonesia. Perempuan ini menyebut candi yang baru pertama dikunjunginya, sebagai bangunan budha termegah dan terbesar di dunia.

“Salah satu hal terbaik dalam kunjungan ini adalah dapat menyaksikan pembersihan relief candi, dari para relawan yang bekerja keras membantu pembersihan candi, dari para ahli arkeolog,” kata wakil Menlu AS, Yudith A McHale.

Kepala Balai Konservasi Peninggalan Candi Borobudur (BKPB), Marsis Sutopo, berharap, kunjungan  Wakil Menlu AS kali ini dapat memperkuat informasi kepada masyarakat internasional. Bahwa Candi Borobudur di Jateng dan wilayah Yogyakarta, aman untuk dikunjungi.

“Masalah ini terkait dengan pengaruh letusan Gunung Merapi sehingga dunia internasional melihat Indonesia sedang terjadi bencana letusan Merapi. Sekarang kondisi Merapi sudah stabil, sehingga dunia internasional perlu tahu bahwa Candi Borobudur aman,” ujarnya. (BNC/tg)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.