Guru SD dan Pembantu Tewas Dibantai

Ditulis 05 Des 2010 - 09:27 oleh Banyumas1

Purworejo – Warga Don Bosco Desa Borokulon, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, (Jateng) ┬áSabtu sore (4/12) dibuat gempar. Dua orang ditemukan tewas dengan luka mengenaskan di bagian kepala akibat luka bacokan. Dua korban pembantaian tersebut yakni Agnes Sri Haryati (50) seorang guru SDN Cangkrep Lor 1 warga Don Bosco RT 02 RW 04 Borokulon, Banyuurip, dan seorang pembantunya Sri Undari (38) warga jalan Purwa Tengah Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Korban dimasukan ke mobil ambulan untuk dibawa ke Rumah Sakit guna menjalani visum.

Korban dimasukan ke mobil ambulan untuk dibawa ke Rumah Sakit guna menjalani visum.

Diketahuinya pembunuhan itu bermula ketika Kepala SDN Cangkrep Lor Sabtu menghubungi Agnes melalui handphone baik ditelepon maupun di SMS untuk menanyakan kenapa tidak masuk mengajar. Namun ternyata tidak ada balasan. Akhirnya Kepala Sekolah SD tersebut menyuruh seorang karyawan Pamuji untuk mengecek ke rumahnya di pertigaan Don Bosco, sekitar pukul 10.30 WIB.

Sesampai di kediaman Agnes, ternyata Toko Pojok yang sekaligus rumah Agnes masih tutup. Pamuji lalu berinisiatif ke Pos Polisi yang ada di timur pertigaan. Bersama Aipda Subayo petugas Satlantas yang berjaga, keduanya lalu mencoba masuk ke rumah Agnes.

Ketika hendak memasuki rumah, ternyata rumah tidak dikunci. Keduanya lalu masuk memeriksa ruangan. Ternyata keduanya menemukan Agnes telah tewas dengan luka bacokan di bagaian kepala belakang. Tubuhnya diletakkan di kolong tempat tidur. Ternyata keduanya juga menemukan pembantu Agnes, Sri Undari di kamar pembantu di bagian belakang yang juga tewas bersimbah darah. Sri Undari juga menderita luka di bagian kepala.

Petugas langsung menghubungi Polres Purworejo. Tim Reskrim yang datang langsung melakukan olah TKP. Usai melakukan olah TKP, kedua jenazah lalu dibawa dengan mobil PMI ke RS Bhayangkara di Semarang untuk dilakukan autopsi.

Kapolres Purworejo AKBP Priyo Waseso SSI MPP saat di TKP menjelaskan, kasus itu terkuak berawal ketika salah seorang anggota di Pos Jaga dilapori oleh salah seorang anggota masyarakat terkait dugaan korban pembunuhan. Bermula dari kecurigaan Kepala Sekolah SDN Cangkrep Lor yang mengabarkan salah seorang gurunya tidak masuk tanpa alasan. Dia sudah ditelepon dan di SMS namun tidak menjawab. Lalu mencoba mengecek ke rumahnya. Ternyata menemukan korban pembunuhan.

“Kedua korban menderita luka terbuka di bagian kepala. keduanya menjadi korban pencurian dengan kekerasan menggunakan senjata tajam. Berkat kerjasama petugas Polres Purworejo dengan masyarakat kami sudah menangkap salah seorang pelakunya berinsial A. Motifnya, pencurian handphone milik korban,” ujar Kapolres. (BNC/t)

Tentang Penulis

Leave A Response