Holcim Raih PROPER Emas

Ditulis 03 Des 2010 - 17:03 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
105
Dalam Tag

Usai menerima PROPER Emas, Direktur Manufacturing Holcim Indonesia Cilacap, Lilik Unggul Raharjo (paling kanan-red), berpose bersama Wapres Budiono. (foto : dok Holcim)

Usai menerima PROPER Emas, Direktur Manufacturing Holcim Indonesia Cilacap, Lilik Unggul Raharjo (paling kanan-red), berpose bersama Wapres Budiono. (foto : dok Holcim)

Cilacap – Setelah menerima penghargaan kinerja lingkungan dalam PROPER peringkat hijau  sebanyak lima kali berturut turut, Holcim Indonesia Pabrik Cilacap akhirnya berhasil mendapatkan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan PROPER Emas ini resmi diterima pada Jumat (26/11) lalu dari Wapres Budiono kepada Direktur Manufacturing Holcim Indonesia, Lilik Unggul Raharjo.

”Kami mengucapkan terimaksih kepada semua pihak yang telah bekerjasama dengan baik. Terutama dalam hal pengeloaan  lingkungan dan program pemberdayaan masyarakat sekitar” kata Lilik Unggul Raharjo dalam rilisnya.

Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti bahwa komitmen pihaknya dalam program sustainable development tersebut, selalu mengacu pada pengelolaan lingkungan yang baik. Selanjutnya, diimplementasi melalui program CSR (cooperate social responsibility).

Setelah menerima penghargaan tersebut, pihaknya justru dituntut agar semakin meningkatkan kinerja serta kepedulian dan pemberdayaannya kepada lingkungan. Dengan demikian, Proper Emas tetap bisa dipertahankan. Dan harapannya, bisa diikuti oleh pabrik Holcim yang lainnya.

Dijelaskan Lilik, diantara kiprah untuk menjaga lingkungannya yakni melalui gerakan pengurangan emisi CO2. Termasuk program penanaman pohon baik yang bersifat reklamasi maupun penanaman phon di area pabrik yang berfungsi sebagai hutan kota. Hingga saat ini, di pabrik Cilacap sendiri sudah tertanam lebih dari 166.000 batang pohon dari berbagai jenis yang termasuk mencakup area pabrik di Pulau Nusakambangan. Jenis pepohonan yang telah tertanam seperti, tanaman keras berupa pohon mahoni, sirsidah, glododan, jambu, sawo kecil, mangga dan aneka jenis tanaman keras asli Nusakambangan.

Sementara wujud program pengurangan CO2, yakni melalui gerakan bersepeda ke tempat kerja yang dilakukan oleh seluruh karyawan dan jajaran managemen. Berikutnya berupa pemakaian bahan bakar alternatif biomass sebagai subsitusi bahan bakar fosil (batu bara-red) dan penghematan energi panas.

“Ini diantara contoh nyata yang saat ini telah kami lakukan” lanjut Lilik. Langkah lainnya untuk menunjang kelestarian lingkungan yaitu adanya program biodiversity study di Pulau Nusakambangan. Dimana dalam program ini melibatkan instasi pemerintah, kalangan akademisi serta elemen masyarakat.

Sedangkan untuk program CSR yang telah berlangsung dan akan terus ditingkatkan yakni dengan menitikberatkan pada peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar. Harapannya agar menjadi lebih mandiri. Salah satunya adalah program POSDAYA, yang mencakup kegiatan kesehatan seperti Posyandu, unsur pelatihan serta ekonomi terintegrasi menjadi satu. (BNC/tg)

Tentang Penulis

Leave A Response