Ditjen Migas akan Terapkan Sistem Distribusi Tertutup LPG 3 Kg

Ditulis 29 Nov 2010 - 09:05 oleh Banyumas1

Contoh Kartu kendali Distribusi tertutup LPG 3 Kg

Contoh Kartu kendali Distribusi tertutup LPG 3 Kg

PURBALINGGA – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Minyak dan Gas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), akan menerapkan sistem Distribusi tertutup (Distup) LPG 3 kilogram. Untuk ujicoba sistem ini, pemerintah memilih lima wilayah Kabupaten/kota di Indonesia. Sistem ini akan mengganti pola distribusi lama yang dinilai masih banyak kelemahan.

Kelima wilayah tersebut yakni Pekanbaru, Sumedang, Purbalingga, Surakarta, Malang dan Kota Batu Jatim. ”Kabupaten Purbalingga dipilih menjadi salah satu wilayah percontohan dengan pertimbangan sebaran penduduk yang merata hingga pelosok pedesaan dan topografi wilayah yang berbukit. Sementara Kota Surakarta dipilih mewakili kota yang padat sebaran penduduknya di perkotaan,” kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Purbalingga Mukodam, S.Pt, pada acara Media Gathering Edukasi dan Sosialisasi Sistem Distribusi Tertutup LPG 3 Kg di ruang Andrawina Convention Hall kompleks Obyek Wisata Air Bojongsari (Owabong), Purbalingga, Sabtu.

Ikut hadir dalam forum tersebut Koordinator Penyuluhan PT Kencana Mandiri Ulinusantara (KMU) Jakarta, Yohan Krismahadi, dan Sigit Suryo Pramono dari konsultan PT Kaibon Rasirekayasa Jakarta.

Mukodam mengatakan, bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sistem Distub LPG 3 kg akan mempermudah dalam penataan pendistribusian. Pemerintah akan menjadi lebih mudah melakukan pengawasan distribusi LPG 3 kg bersubsidi, dan memberikan kepastian terhadap jumlah subsidi yang dikeluarkan.

”Pemerintah dan Ditjen Migas juga akan dengan mudah mengidentifikasi jika terjadi kelangkaan atau terjadi penjualan diatas harga yang ditetapkan. Sementara bagi penyalur, sub penyalur akan diuntungkan karena memiliki distribusi wilayah yang pasti, dan stok akan mudah diprediksi serta terjamin,” kata Mukodam.

Sementara itu, Yohan Krismahadi mengatakan, Sistem Distup LPG 3 Kg ini merupakan sistem tata niaga LPG 3 kg dibuat sedemikian rupa, dimana dalam satu wilayah  atau kecamatan akan dilayani oleh satu penyalur.  Dari penyalur tersebut akan melayani sub penyalur.  Kemudian sub penyalur ini di tingkat kelurahan/desa bersangkutan menjadi anggota penyalur.  Konsumen akan menjadi anggota pelanggan di sub penyalur tertentu yang dibuktikan dengan sebuah Kartu Kendali.

”Sistem Distup LPG 3 kg merupakan implementasi dari Kebijakan Pemerintah PP No. 26/2009 tentang penyediaan dan pendistribusian LPG 3 Kg bersubsidi yang dikeluarkan 29 September 2009,” kata Yohan Krismahadi.

Dijelaskan Yohan, penerima subsidi LPG 3 kg dalam Distub akan memperoleh Kartu Kendali. Kartu ini merupakan identitas bahwa pemegangnya adalah konsumen sah untuk membeli LPG 3 kg bersubsidi. ”Jadi Kartu Kendali merupakan identitas bagi masyarakat yang memiliki hak untuk menerima subsidi dalam pembelian bahan bakar LPG 3 kg,” kata Yohan sembari menambahkan tata cara bertransasksi pembelian LPG 3 kg menggunakan Kartu Kendali cukup mudah dan sederhana.

Yohan mengakui, perubahan sistem distribusi LPG 3 kg dari cara lama ke cara baru menggunakan Kartu kendali akan menimbulkan berbagai persoalan di kalangan pemakai maupun distributor. ”Kami berharap melalui program edukasi dan sosialisasi yang kontinyu, peralihan sistem tata niaga LPG 3 kg bersubsidi ini nantinya akan berjalan lancar,” harap Yohan sembari menambahkan Ditjen Migas juga mempersiapkan saluran media komunikasi melalui penyuluhan tatap muka, pemuatan iklan di media cetak dan elektronik, serta bentuk publikasi lainnya melalui selebaran atau pamflet. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response