PKK Kepanjangan Tangan Pemerintah

BANJARNEGARA – Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diakui secara tegas oleh Ketua PKK Ambar Dewi Djasri memang kepanjangan tangan pemerintah. Oleh karena itulah, lanjutnya, ketua Tim Penggerak PKK harus fungsional yaitu istri Kepala Daerah, istri Camat, istri Kades atau istri Lurah. ”Kedekatan dengan birokrasi itulah yang menjadi salah satu sukses Tim Penggerak PKK dalam melaksanakan programnya” katanya di depan peserta Pembinaan PKK di Sasana Bhakti Praja, Sabtu (27/11).

Akan tetapi, lanjutnya, ini tidak mengartikan PKK misinya hanya sebagai organisasi pendukung pemerintah. Menanggapi anggapan tersebut, katanya, Tim Pembina PKK Kabupaten memandang perlu diselenggarakannya Pembinaan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan dan TP PKK desa serta Kelurahan. ”Pembinaan dikandung maksud agar selaku Ketua TP PKK benar-benar mengetahui dan memahami kultur di PKK yang berbeda dengan organisasi lain” urainya.

Materi pembinaan, lanjutnya, disesuaikan dengan kondisi saat ini antara lain kepemimpinan, konsep diri dan etiket, teknik memimpin diskusi dan rapat, dan administrasi PKK. Ambar berharap kegiatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya guna menyamakan misi dan persepsi dalam mengelola gerakan PKK. ”Mau tidak mau, siap tidak siap, sebagai Ketua TP PKK dituntut untuk memikirkan upaya-upaya tertentu yang dapat membantu masyarakat agar mereka sejahtera” katanya.

Ambar menambahkan, PKK memiliki peran dalam mewujudkan pemberdayaan kaum perempuan melalui potensi pengembangan SDM dan mendorong kemandirian dengan unsur kewadayaan dan pendewasaan. Lebih dari itu, PKK melakukan penyelenggaraan pendidikan dengan sasaran kaum perempuan. ”Hal tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang lebih optimal dalam mewujudkan dan mendukung berbagai program di pedesaanl” katanya.

Sementara itu, Abdul Kholiq, Kades Kalibening mengakui peran nyata organisasi PKK terhadap keberhasilan pembangunan di Desa. Peran PKK menonjol sekali dalam kegiatan Posyandu. Selain itu, melalui berbagai programnya PKK telah memberikan kesadaran pada kaum perempuan di pedesaan. ”Kini tak ada lagi ibu-ibu duduk santai sambil petan. Waku santai kaum perempuan banyak dipakai untuk kegiatan produktif” katanya. (BNC/eko)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.