74% Anak-anak Bermasalah dengan Gigi

Ditulis 11 Nov 2010 - 17:59 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Seringnya orang tua mengabaikan kesehatan gigi membuat sekitar 74% anak-anak bermasalah dengan giginya. Kepala Bidang Pemberdayaan & Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga drg Hanung Wikantono MPPM mengatakan karies gigi atau gigi berlubang paling banyak dialami anak-anak.

“Orang tua sering beranggapan penyakit gigi tidak mungkin bikin mati, jadi sering meremehkan. Padahal, saat ini banyak ditemukan penyakit mematikan yang berawal dari gigi setelah terjadi komplikasi,” ujar dokter gigi lulusan salah satu perguruan tinggi di Los Angeles, Amerika Serikat, saat memberikan paparan dalam Rapat Koordinasi Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS) di Aula Dinas Kesehatan, kemarin.

Hanung menambahkan pada umumnya orang baru memperhatikan giginya ketika sudah terasa sakit seperti karena berlubang. Padahal setelah gigi berlubang, perawatannya jauh lebih berat untuk mempertahankan gigi tidak mengalami kerusakan lebih lanjut.

Selain masalah gigi, anak-anak juga sering mengalami anemia gizi besi. Hanung menjelaskan, sebanyak 42,7% anak-anak mengalami masalah kesehatan yang ditandai dengan 5L (Lemah, Letih, Lesu, Lelah, dan Lunglai). Ini bisa disebabkan minimnya asupan makanan yang mengandung zat besi hewani, karena rata-rata masyarakat Indonesia lebih banyak mengkonsumsi makanan nabati.

“Penyebab lain anemia gizi besi, karena anak-anak sering takut terlambat sekolah dan melupakan sarapan. Kalaupun membawa bekal dari rumah, sulit memantau anak tersebut memakan sarapannya atau tidak,“ lengkapnya.

Kecacingan menjadi masalah kesehatan lainnya yang cukup jamak dialami anak-anak Indonesia. Menurut Hanung, 43% anak-anak mengalami kecacingan. Baik anemia gizi besi maupun kecacingan dapat berakibat menurunnya daya konsentrasi belajar anak, mudah sakit, mudah lelah dan menghambat pertumbuhan fisik maupun otak.

“Jadi, selain orang tua di rumah, disinilah peran UKS di masing-masing sekolah untuk lebih memperhatikan siswa-siswa. Adakah yang memiliki gejala-gejala masalah kesehatan, harus langsung ditangani. Sebab mereka itu masa depan kita. Kalau anak-anak mengalami permasalahan kesehatan dan menjadi lemah fisik dan pikirannya, tak akan memiliki daya saing di masa depannya,” pungkasnya. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response