Usia belasan rawan jadi perokok baru

Ditulis 29 Jul 2009 - 00:52 oleh Banyumas1

Hati hati dengan anak anda. Karena usia belasan atau pada usia sekolah lanjutan sangat berpotensi menjadi perokok baru.Karenanya harus ada upaya dini memberikan pemahaman mengenai bahaya merokok dan dampaknya bagi kesehatan. ANAK PEROKOKPada usia ini mereka sangat berpotensi untuk memulai merokok. Jika secara dini dicegah bisa meminimalisasi para perokok baru

Hal tersebut dikemukakan Dosen Undip Semarang dr Bagus Widjanarko SKM , pada kegiatan sosialisasi bahaya asap rokok pada remaja tingkat SLTP dan SLTA se Purbalingga Senin (27/10). Sosialisasi bagi siswa SLTP berlangsung di Gedung Sarwa Guna (GSG). Sementara untuk siswa SLTA menempati aula Hotel Kencana Purbalingga.

Menurut Bagus, biasanya tidak sedikit perokok yang mulai menyukainya sejak usia belasan tahun, Yakni saat duduk di SMP dan SMA. Dengan dibekali pemahaman sejak awal mengenai bahaya merokok, diharapkan dapat membantu mereka mengambil keputusan mereka untuk tidak merokok atau meninggalkan rokok.

Sosialisasi itu menyangkut bahaya yang ditimbulkan oleh rokok dan asap rokok. Bahaya bagi kesehatan si perokok aktif, maupun dampak yang ditimbulkan terhadap perokok pasif, yakni orang-orang yang berada di dekat perokok.

Menurutnya,sosialisasi ini sangat penting untuk mencegah dan mengurangi jumlah anak usia belasan tahun yang suka merokok. Apalagi indonesia menempati peringkat kelima dari negara lainnya dengan banyaknya jumlah perokok. Tapi sosialisasi saja tidak cukup. Lingkungan Sekolah juga harus bebas dari asap rokok, termasuk dari para guru. Sekolah yang bebas asap rokok akan membantu meminimalisasi munculnya para perokok baru, baik bagi siswa maupun para guru (banyumasnews.com/pyt).

Tentang Penulis

Leave A Response