Stok Menipis, Pemkab Purbalingga Borong Masker ke Bandung

Ditulis 05 Nov 2010 - 20:08 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Turunnya hujan abu yang begitu tebal di daerah Purbalingga memang belum diprediksi sebelumnya. Akibatnya Pemkab Purbalingga harus memborong masker langsung dari pabriknya di Bandung. Meski terbatas, Pemkab melalui PMI, Dinas Kesehatan dan RSUD Dr. Goeteng Tarunadibrata telah membagi-bagikan masker secara gratis ke masyarakat.

”Dari hasil Rakor Pasca Bencana yang dipimpin langsung Bapak Wakil Bupati tadi pagi, semua stok masker telah dibagikan. Jumlah masih belum mencukupi kebutuhan, karenanya Pemkab melalui Dinas Kesehatan saat ini langsung meluncur ke Bandung untuk memborong masker langsung dari pabriknya,” jelas Kepala Bagian Humas Setda
Purbalingga Drs. Rusmo Purnomo dalam siaran persnya, Jumat (5/11).

Terpisah, Pengurus Harian PMI Cabang Purbalingga Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Penguatan Relawan Rukmawan Suci L SE mengungkapkan sejak pukul 06.00 WIB, pihaknya telah membagikan masker sekitar 6.500 lembar ke masyarakat. Sebanyak 3000 masker berasal dari stok PMI sendiri, 2000 lembar bantuan dari Dinas
Kesehatan dan terakhir mengupayakam sendiri sebanyak 1500 lembar.
“Selain menunggu hasil dari Dinas Kesehatan ke Bandung, kami juga sedang meminta bantuan ke PMI Jateng. Jika masker telah kami terima, kami akan segera distribusikan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukento Ridho Marhaendrianto dalam rapat maupun pertemuan langsung dengan wartawan  di Rumah Dinas Wakil Bupati Jumat siang (5/11) menyampaikan himbauannya kepada seluruh masyarakat Purbalingga untuk memakai masker atau penutup hidung dan mulut jika berpergian keluar rumah. Wabup berharap masyarakat tidak menganggap enteng abu vulkanik yang secara medis
sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Saya menghimbau, kalau tidak ada keperluan yang sangat mendesak, tolong tidak usah keluar rumah. Hindari berada di ruang terbuka. Tutup semua jendela dan pintu. Bagi penjual makanan juga harus menutup dagangannya agar tidak terpapar debu berbahaya ini,” tegasnya.

Bahaya abu vulkanik ini diakui Kepala Seksi Kesehatan Dasar dan Institusi Dinas Kesehatan Purbalingga dr. Retno Sri Haswati. Retno mengatakan, abu vulkanik komposisinya Si 02/silika, mirip bahan industri kaca dan merupakan glass hard yang sangat halus.

“Tapi jika dilihat dengan mikroskop, tepi dan ujungnya runcing. Sehingga jika terhirup akan merobek jaringan paru-paru, dan jika terkena mata bisa merusak mata. Jadi jangan remehkan masker jika berpergian ke luar ruangan,” tegasnya (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response