Banjarnegara Diserang Abu Vulkanik

Ditulis 05 Nov 2010 - 20:04 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Abu vulkanik menyerang wilayah Banjarnegara Jumat (05/11) dinihari. Kali ini lebih lebat dibanding hujan abu yang turun beberapa hari yang lalu. Hal tersebut dapat diamati dari ketebalan abu yang menutupi hampir semua permukaan bumi. Rumah, pepohonan dan jalanan nampak berwarna gelap tertutup abu. “Cuaca terlihat gelap seperti mendung dan debu abu vulkanik di jalanan terbang terkena kendaraan sehingga jarak pandang terbatas” ujar Bagus, seorang PNS di lingkungan Setda.

Jalan utama seperti Jalan Jalan Pemuda, Jalan Suprato, Jalan S. Parman, Jl. Ahmad Yani, Jl. DI. Panjaitan dan Jalan Sudirman terlihat gelap tertutup debu. Kondisi ini tentu sangat membahayakan pengguna jalan.  Mobil dan motor yang lewat nampak kotor dipenuhi debu. Karena itu patroli polisi berkeliling mengingatkan pengendara untuk menyalakan lampu dan menggunakan masker.

Beberapa sekolah Taman Kanak-Kanak dan play group nampak sepi dari anak-anak karena banyak orang tua memilih untuk meliburkan anaknya.  “Saya takut mas. Menurut info, abu vulkanik ini sangat berbahaya bagi paru-paru manusia. Apalagi anak kecil. Karena itu saya memilih meliburkan anak” kata Solikhun salah seorang wali murid TK Aisiyah I Banjarnegara.

Ancaman bahaya abu sebenarnya bisa dirasakan bila keluar tanpa pengaman, karena selain kasar dan pedih, juga membuat pernafasan terasa sesak. Mata pun terasa perih. Meski begitu, aktivitas perkantoran dan sekolah masih berjalan normal.

Kebanyakan dari  pegawai dan siswa sekolah serta masyarakat lainya yang berkendaraan motor memilih mengendari motor dengan memakai masker. Beberapa apotik di perkotaan sampai kehabisan stok seperti Apotik Depan RSUD. “Kami sedia satu dus besar masker dan habis hanya satu jam pagi hari tadi” ujar Hanif salah seorang pegawai.

Kesempatan ini pun dimanfaatkan dengan baik oleh penjual masker dadakan yang bermunculan di perempatan lampu merah Jalan Pemuda dan Samsat. Dalam waktu sekejap mereka memanen untung lumayan. Satu masker yang bisanya dibeli satu box dan harga separoh pun mengalami peningkatan harga satu sampai dua kali lipatnya. “Satu masker Sata jual seribu rupiah” terang Dion, salah seorang penjual.

Dr. Ahmad Setiawan, Kabid P2PL Dinas Kesahatan Kabupaten mengingatkan adanya ancaman debu vulkanik ini terhadap bahaya saluran pernafasan. Ia menganjurkan setiap orang yang beraktivitas di luar rumah untuk selalu memakai masker. Bila tidak punya bisa dipakai kain tebal.  “Bila menggunakan masker tipis, basahi pakai air agar tetap aman” katanya. (BNC/eko)

Tentang Penulis

Leave A Response