Hujan Abu di Banyumas Makin Parah, Ganggu Jarak Pandang,Pasar Sepi

TOPI PLASTIK: Tas plastikpun jadi untuk menutupi kepala agar terhindar dari abu Merapi (foto:nan/BNC)
TOPI PLASTIK: Tas plastikpun jadi untuk menutupi kepala agar terhindar dari abu Merapi (foto:nan/BNC)

BANYUMAS-Meski jarak dengan Gunung Merapi jauh, namun dampak abu vulkanik di Banyumas Jateng cukup serius. Lalu lintas kendaraan di jalur utama Jakarta-Purwokerto yang melintas di Banyumas harus ektra hati hati, karena jarak pandang jalan yang terganggu serta abu yang menutupi kaca kendaraan. Sementara akibat hujan abu  aktivitas pasar di beberapa tempat sepi.

Situasi jalan utama Jakarta-Purwokerto di kota Ajibarang Banyumas yang pekat tertutup abu Jumat (05/11) pagi tadi. Kendaraan terpaksa harus menyalakan lampu karena jarak pandang yang tidak jelas sekitar 25 meter.

Sejumlah kendaraan memilih berhenti dan membersihkan kaca depan sebelum melanjutkan perjalanan. Para awak kendaraan ini mengaku akibat jarak pandang yang terganggu, kendaran mereka kerapkali terperosok ke lubang jalan yang rusak.

” Karena ada abu didepan kami tidak jelas, sehingga nabraki lubang. Bahkan kalau tidak hati hati bias tabrakan,” ujar Wahyono (43) , sopir Mikrobus jurusan Purwokerto-Bumiayu. Meski hujan abu masih terus berlangsung, namun belum terlihat adanya pembagian masker oleh pihak terkait. Pengendara motor terpaksa menggunakan masker seadannya, , bahkan tas plastikpun dijadikan penutup kepala.

Sementara akibat hujan abu, sejumlah pasar terpihat sepi. Seperti di pasar Ajibarang . Sejumlah toko memilih menunggu hingga hujan abu reda. Sedangkan pedagang kaki lima yang berjualan ditempat terbuka memilih tutup. Hingga berita ini ditulis, hujan abu di wilayah Banyumas dan sekitarnya masih berlangsung (nan/BNC).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.