Pemkab Purbalingga Tangguhkan Seleksi CPNS 2010

Ditulis 26 Okt 2010 - 22:47 oleh Banyumas1
Drs Sukento Rido Marhaendrianto, MM-Wakil Bupati Purbalingga. (foto : BNC/tgr)

Drs Sukento Rido Marhaendrianto, MM-Wakil Bupati Purbalingga. (foto : BNC/tgr)

Purbalingga – Wakil bupati Purbalingga Drs Sukento Ridho Marhaendrianto MM masih berharap ada semacam ‘mujizat’, sehingga penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Purbalingga tahun 2010 bisa dilaksanakan. “Saat ini, Pak Heru (Drs Heru Sudjatmoko MSi, bupati Purbalingga) masih di Jakarta. Moga-moga beliau mendapat ‘sesuatu’. Ya mbok jere sapa (siapa tahu),” kata Sukento  di ruang kerjanya, Selasa (26/10).

Sukento mengakui, pemkab Purbalingga telah mengirim surat kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Propinsi Jateng. Surat itu berisi usulan penangguhan penerimaan CPNS pemkab Purbalingga 2010. Keterbatasan anggaran penangguhan itu menjadi satu-satunya alas an penangguhan tersebut. Bila ‘mujizat’ yang diharapkan benar-benar muncul, surat penangguhan penerimaan CPNS yang sudah dilayangkan ke BKD Propinsi Jateng itu akan dicabut.

Terpisah, Kepala Dinas Pendapapatan dan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) Purbalingga, C Sumarni menyebutkan, untuk merekrut 206 CPNS, pemkab Purbalingga menambah beban anggaran untuk gaji sebesar Rp 4,12 miliar pada 2011. Itu asumsi SK turun pada Pebruari dan CPNS sehingga CPNS menerima gaji hanya sepuluh  bulan, yakni dari Maret hingga Desember  2011. Tahun berikutnya, tentu lebih besar lagi. Sementara, penambahan dana perimbangan dari pemerintah pusat tidak sebanding dengan beban daerah seiring adanya kebijakan penerimaan CPNS dan kenaikan gaji.

“Untuk proses penerimaan CPNS saja dibutuhkan dana sedikitnya Rp 675 Juta,” ujarnya, disela-sela mengikuti rapat paripurna DPRD dengan agenda penyerahan 13 rancangan peraturan daerah (raperda) di gedung DPRD, Selasa siang (26/10).

Kecewa

Ketidakjelasan penerimaan CPNS pemkab Purbalingga berembus sejak pekan lalu. Kalangan DPRD Purbalingga meminta pihak eksekutif membatalkan penerimaan CPNS karena alas an anggaran yang terbatas. Sementara, bupati Drs Heru Sudjatmoko MSi dan wakil bupati Drs Sukento Ridho Marhaendrianto MM hingga Selasa (26/10) tidak mengeluarkan pernyataan resmi terkait usulan dewan tersebut.

Ketidakpastian itu berimbas terhadap warga yang berencana mengikuti seleksi CPNS.  Sejumlah warga menghubungi  melalui telepon, menanyakan kepastian penerimaan CPNS tersebut.

Seorang warga Bojongsari tercenung ketika mendengar kabar kemungkinan penerimaan itu tidak jadi dilaksanakan pada 2010. Mualim (25) yang berminat mengikuti seleksi untuk formasi pendidik mengaku sangat kecewa. “Mestinya, jadi tidak jadi penerimaan itu segera diumumkan. Jadi calon pelamar bisa mengantisipasi untuk kemungkinan melamar di daerah lain,” ujarnya.  (BNC/ost)

Tentang Penulis

Leave A Response