Merapi Meletus, Erupsi Lebih Besar Dibanding Tahun 2006

Ditulis 26 Okt 2010 - 19:09 oleh Banyumas1

Klaten – Gunung Merapi yang berada di perbatasa Jateng – DIY, Selasa (26/10) sekitar pukul 18.00 WIB, meletus. Letusan ini disertai lontaran larva panas atau yang biasa disebut Wedus Gembel. Menyusul letusan ini, para warga yang masih berada pada radius tujuh kilometer dari puncak Merapi langsung melarikan diri untuk mengungsi. Letusan yang ditandai pula dengan hujan abu vulkanik kali ini, lebih besar dibanding pada letusan tahun 2006 silam.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dr Surono mengatakan, mencermati tanda-tanda awal aktivitas vulkanik Merapi hingga statusnya ditingkatkan menjadi ‘awas’, dimungkinkan erupsi Merapi kali ini akan lebih besar dibandingkan erupsi 2006. “Tapi untuk erupsi secara eksplosif, kami belum bisa menentukan karena hingga saat ini belum ada deformasi atau penggelembungan kubah lava ke segala arah,” kata Surono, Selasa (26/10).

Surono juga tidak bisa memastikan berapa lama status ‘awas’ bisa bertahan. ā€¯Artinya setelah kami menetapkan status ‘awas’, bisa saja hanya dalam hitungan jam atau hari, Merapi kemudian erupsi. Tapi bisa juga bertahan lama hingga berbulan-bulan. Yang jelas, kami menetapkan status tertinggi Merapi itu setelah melakukan perhitungan matang serta harapan tercapainya nol korban,” kata Surono.

Dikatakan Surono, PVMBG telah merekomendasikan agar pemerintah kabupaten disekitar wilayah Gunung Merapi untuk mengungsikan penduduk di daerah rawan bencana, khususnya yang bermukim di sekitar alur sungai yang berhulu di Merapi, sektor selatan-tenggara dan barat-barat daya dalam jarak 10 kilometer dari puncak, meliputi kali Boyong, Kuning, Gendol, Woro, Bebeng, Krasak, dan Bedog.

“Kami juga merekomendasikan untuk mengungsikan penduduk yang bermukim di 12 desa. Masing-masing tujuh desa di Sleman DIY, serta tiga desa di Klaten dan dua desa di Magelang Jawa Tengah,” tegas Surono.

Tujuh desa di Sleman DIY meliputi desa Purwobinangun (dusun Turgo, Kemiri, dan Ngepring), Wonokerto (Tunggularum), Girikerto (Ngandong, Tritis, dan Nganggring), Hargobinangun (Kaliurang Barat, Boyong, Kaliurang Timur, dan Ngipiksari), Umbulharjo (Kinahrejo, Pangukrejo, dan Gondang), Kepuharjo (Kaliadem, Petung, Jambu, dan Kopeng), Glagaharjo (Kali Tengah Lor, Kali Tengah Kidul, Srunen, dan Singlar).

Untuk wilayah Kabupaten Klaten (Jateng) meliputi semua dusun di desa Balerante, Sidorejo, dan Tegalmulyo. Sedangkan dua desa di kabupaten Magelang Jateng meliputi desa Kemiren (dusun Jamburejo dan Kemiren), serta Kaliurang (Sumberejo, Kaliurang Utara, Kaliurang Selatan, dan Cepagan). (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response