Permintaan pupuk di Cilongok menurun

Ditulis 29 Jul 2009 - 00:02 oleh Banyumas1

Dalam sebulan terakhir permintaan berbagai macam pupuk cenderung menurun. Jika dibandingkan pada awal tanam pertama penurunannya mencapai sekitar 80 persen.Akibatnya,penjualan pupuk bersubsidi di Kecamatan Cilongok dan Ajibarang Banyumas tampak lesu. pupuk

Bowo (37) salah satu penjual pupuk di Desa Ajibarang menuturkan, sekarang ini permintaan pupuk cenderung menurun. Petani masih mengurungkan niatnya membeli pupuk, karena beberapa pekan ini tidak ada hujan. Petani saat ini belum membutuhkan pupuk karena lahan sawah mengering. Tidak seperti pada awal musim tanam kemarin, petani itu langsung memborong pupuk.

Di kiosnya, persediaan pupuk cukup melimpah. Penjual pupuk bisa mencukupi kebutuhan petani. Apalagi setiap seminggu sekali para penjual selalu menerima kiriman pupuk dari distributor. Pemantauan banyumasnews.com, persediaan pupuk di sejumlah kios-kios tampak melimpah. Bahkan jarang sekali ditemui adanya transaksi pembelian antara penjual dengan petani.

Sejumlah petani yang ditemui mengaku belum siap membeli pupuk. Apalagi sekarang ini sedang dilanda kemarau. Praktis lahan sawah mereka mengering. Sehingga, petani tidak berani memulai pola tanam. “Kalau saya nekat menanam padi, maka akan rugi, karena tanaman tidak teraliri air. Apalagi disini hanya menggantungkan air hujan,” kata Mubarok petani Desa Sudimara.

Dikatakannya, petani itu masih menunggu hujan. Sebab, kondisi seperti ini tidak ada gunanya jika tanaman padi tetap dipupuk. “Kalau tidak hujan pemupukan akan mubah. Pupuk itu tidak dapat  menyuburkan tanaman padi,” imbuh Mubarok.

Dia menambahkan, jika petani melakukan pola tanam justru akan merugi. Biaya operasional yang dikeluarkan bertambah banyak,namun hasilnya tidak optimal.

Di beberapa wilayah lahan tadah hujan, tampak dibiarkan menganggur tanpa  tanaman apapun. Hal ini sengaja dilakukan karena tidak dapat pasokan air irigasi.”Petani belum berani melakukan tanam karena cuaca tidak  bisa  diprediksi. Apalagi kondisitanahnya be nar-benar kering tanpa ada  sumber air,” ujar Kades Canduk, Kecamatan Lumbir Toto Sudarto.

Dia menambahkan, lahan yang dibiarkan menganggur tersebut  merupakan jenis sawah yang dialiri irigasi sederhana dan tadah hujan. Untuk puluhan hektar sawah yang dialiri irigasi teknis pun, saat ini masih kekurangan air. Akibatnya, lahan sawah tersebut   mengalami kekeringan (banyumasnews.com/pjl)

Tentang Penulis

Leave A Response