Longsor di Banjarnegara, 250 Jiwa Diungsikan

Musibah tanah longsor
Musibah tanah longsor

Banjarnegara – Bencana tanah longsor terjadi di dua desa yang ada di wilayah Kecamatan Wanayasa dan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara (Jateng). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian yang diderita akibat longsor di Dukuh Simpar, Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa dan Giritirta, Kecamatan Pejawaran cukup besar.

Tiga rumah di Giritirta dan Dukuh Simpar rusak berat akibat tertimbun longsor. Selain itu, sebanyak 49 kepala keluarga di Dukuh Simpar terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman mengingat berpotensi longsor susulan. ”Sekitar 250 jiwa dari 49 KK terpaksa mengungsi ke bangunan sekolah dan balai desa. Mereka meninggalkan rumah hingga menunggu perkembangan labih lanjut,” ungkap Andre, staf Bagian Kesra Setda Banjarnegara, Sabtu (23/10).

Menurut Andre, musibah tanah longsor di Simpar terjadi Jum’at (22/10) petang. Tebing tebing setinggi sekitar 25 meter menimpa tiga rumah yang tepat berada di bawahnya, yakni milik Kasyani, Parso dan Sugianto. Kejadian bencana longsor di Giritirta hampir bersamaan dengan di Simpar. Hujan deras membuat tebing setinggi 30 menimpa rumah Sanuri, Mistahul, Kasiyani dan Royo.

Korban Kasyani mengatakan, saat kejadian dirinya bersama keluarganya baru saja meninggalkan ruang belakang rumahnya. Namun, Riki (8) cucu dari Kasyani masih tiduran di kamar belakang, meski sempat tertimbun reruntuhan, Riki berhasil diselamatkan dan hanya mengalami luka ringan. ”Anak saya bisa diselamatkan. Hanya beberapa ternak ayam dan kambing yang berada di kandang belakang rumah tidak bisa diselamatkan,” ungkapnya. (BNC/t)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.