Antisipasi Kekeringan, Pemkab Purbalingga Instruksikan Pemanfaatan Musim Hujan

Ditulis 23 Okt 2010 - 14:16 oleh Banyumas1

Purbalingga – Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan setelah musim hujan kali ini akan terjadi musim kemarau yang sangat panjang. Untuk itu, Sekda Kabupaten Purbalingga (Jateng) Drs Subeno, MM  menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Purbalingga untuk melakukan antisipasi ancaman kekeringan selama musim kemarau mendatang.

“Untuk mengantisipasi ancaman kekeringan ini, Pak Sekda menginstruksikan seluruh kepala SKPD untuk memanfaatkan musim hujan saat ini untuk melakukan penanaman berbagai jenis tanaman yang bisa menampung air secara maksimal di sekitar kantor, kalau dunia usaha ya di sekitar perusahaan, kalau masyarakat ya di sekitar tempat tinggal. Selain penanaman juga membuat sumur-sumur resapan,” ujar Kepala Bagian Humas, Drs. Rusmo Purnomo dalam siaran persnya Sabtu (23/10).

Rusmo menambahkan, dalam Surat Edaran Sekda Purbalingga Nomor 503/6353 Perihal Antisipasi Ancaman Kekeringan yang ditujukan kepada seluruh SKPD disampaikan dampak ancaman kekeringan yang mungkin terjadi antara lain kekuarangan air bersih, menurunnya produksi pertanian ataupun gagal panen, serangan hama / penyakit tanaman, serta kerawanan kebakaran hutan dan pemukiman. Umumnya musim kemarau yang panjang juga mengakibatkan timbulnya wabah penyakit, minimnya bahan pangan, menurunnya produksi perikanan dan peternakan serta menurunnya ketersediaan air baku untuk PDAM dan wahana wisata. Surat Edaran ini muncul sebagai tindak lanjut Surat Gubernur Jateng Nomor 365/17159 tanggal 24 Agustus 2010 dan Hasil rapat Koordinasi dipimpin Sekda tanggal 9 Oktober lalu.

Selain memanfaatkan musim hujan, Sekda juga minta kepala SKPD sesuai tugas pokok dan fungsinya untuk melakukan antisipasi kekeringan lainnya. Sebagai contoh para camat untuk memotivasi masyarakat hemat air, meningkatkan kesiapan droping air bersih ke desa-desa oleh PDAM, Dinas Pertanian diminta mengatur ulang pola tanam dan memotivasi petani menggunakan bibit pendek umur, penggunaan sumur pantek, kesiapsiagaan Pemadam Kebakaran untuk kebakaran sewaktu-waktu dan masih banyak lainnya sesuai kapasitas SKPD.

“Pak Sekda juga meminta SKPD terkait untuk mengumpulkan data-data atau peta kekeringan meliputi jenis kerawanan yang mungkin terjadi, lokasi, volume atau luasan serta langkah-langkah antisipasinya. Ini sebagai bahan laporan ke Gubernur Jateng tentang kesiapan antisipasi kekeirngan ini,” pungkasnya. (BNC/c)

Tentang Penulis

Leave A Response