Dibutuhkan, Showroom Produk Khas Purbalingga

Ditulis 22 Okt 2010 - 11:32 oleh Banyumas1

Dibutuhkan, Showroom Produk Khas Purbalingga

PURBALINGGA – Para pengusaha segala produk khas Purbalingga, baik itu knalpot,
bulu mata palsu, rambut palsu, hingga sapu glagah sangat membutuhkan showroom
untuk memamerkan produk-produk mereka. Wakil Bupati Sukento Ridho Marhaendrianto
mendukung keberadaan showroom ini juga untuk memudahkan konsumen memperoleh
produk dengan harga yang terjangkau langsung dari produsennya.

“Saya pernah suatu ketika cari produk khas Purbalingga. Setelah tanya sana tanya
sini, dikasih peta, setelah ketemu, ternyata itu cuma pengepul. Jadi masih harus
menelusuri baru ketemu. Ternyata harganya murah sekali, jauh di bawah harga
toko. Padahal, kalau di toko bukan lebih mahal 100% tapi berlipat-lipat. Ini kan
kasihan pengusahanya,” ujar Wabup saat menjadi pembicara dalam Purbalingga
Business Forum 2010 di Rumah Makan Bale Apoeng, Kamis (21/10).

Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan pengusaha baik kecil menengah maupun
pengusaha besar, Wabup mendata semua permasalahan yang dihadapi dalam dunia
penanaman modal di Purbalingga. Seperti pengusaha asal Jepang Sugimotho yang
tidak bisa hadir. Tetap menitipkan daftar permasalahannya salah satunya
kelangkaan bahan baku berupa kayu pinus untuk membuat chopstick. Atau PT Midas
yang mengeluhkan minimnya SDM yang memiliki ketrampilan memadai.

“Kami juga mengalami keterbatasan modal. Memang kami juga kekurangan SDM, tapi
kami tidak bisa memperbanyak jumlah SDM karena kami tidak memiliki cukup dana
untuk membayar mereka,” ujar Triono, seorang pengusaha sapu glagah yang
mengekspor produknya ke negara-negara Asia maupun Eropa.

Karena permasalahan yang dihadapinya, Triono tidak mampu memenuhi pesanan yang
terus meningkat. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Bambang DS
mengakui sapu glagah buatan Purbalingga memang dikenal di luar negeri karena
kualitas glagah di Purbalingga jauh di atas daerah-daerah lain baik di Indonesia
maupun di negara lain.

Selain pengusaha, Heru yang berasal dari Bank Syariah Mandiri mengusulkan
Purbalingga memiliki sumber pembangkit listrik sendiri sehingga mampu mengatasi
krisi listrik yang sangat mengganggu dunia usaha. Usulan ini disambut baik Wabup
Sukento. Bahkan Sukento ternyata telah meminta unit kerja terkait untuk meneliti
potensi pembangkit listrik di Purbalingga.

“Seorang kenalan pernah meminta saya, kalau saya sudah jadi wakil bupati, tolong
dicarikan curug dengan ketinggian minimal 10 meter dan debit 6 kubik/detik,
termasuk di saat musim kemarau. Setelah dilantik, saya sudah meminta SKPD
terkait untuk menelitinya. Mudah-mudahan akan segera terealisasi usulan Anda
itu,” jawabnya.
Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Penanaman Modal Purbalingga ini menjadi
kegiatan rutin Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk menginventarisir segala
permasalahan yang dihadapi para pengusaha sehingga iklim investasi di
Purbalingga tetap baik dan semakin gemilang. Wabup berharap, semua kepala unit
kerja yang hadir mau menindaklanjuti hasil forum ini. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response