Puluhan Siswa SD Disiksa, Wali Murid Datangi Sekolah

Ditulis 22 Okt 2010 - 11:12 oleh Banyumas1
LUKA: Siswa SD Santa Maria Purwokerto Banyumas, tunjukan bekas luka akibat kekerasan oknum guru mereka (nan/BNC)

LUKA: Siswa SD Santa Maria Purwokerto Banyumas, tunjukan bekas luka akibat kekerasan oknum guru mereka (nan/BNC)

PURWOKERTO-Puluhan orang tua siswa SD Santa Maria Purwokerto , Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (22/10) pagi tadi mendatangi sekolah. Mereka mengadukan kasus kekerasan yang dilakukan oknum guru setempat. Akibat penyiksaan tersebut beberapa siswa mengalami luka dan memar di kepala.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, sebanyak 24 siswa dilaporkan mendapat perlakuan kasar seorang guru berinsial TD. Guru tersebut membenturkan kepala siswa ke meja karena dianggap membandel. ” Kalau tidak bawa  Al Kitab kepala kami dibentur benturkan ke meja hingga memar seperti ini,” ujar Marcel (9) salah seorang siswa sambil menunjukan luka di kepalanya.

Sementara Suminarto, Humas Yayasan Santo Diminicus yang membawahi sekolah tersebut membenarkan adanya perilaku kekerasan tersebut. Pihaknya telah memberikan pembinaan agar guru tersebut tak mengulangi perbuatannnya. ” Ya memang ada , tapi itu bagian dari pembinaan terhadap siswa. Kami sudah memberikan teguran kepada guru tersebut,” ujar Suminarto.

Sejumlah orang tua siswa mengatakan pihaknya telah memafkan tindakan guru tersebut. Meski begitu, meminta kepada pihak sekolah untuk mengawasi para guru yang suka berbuat kasar. Kasus ini masih ditangani Polsek Purwokerto Timur (BNC/nan)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. js kamdhi 27/10/2010 pukul 08:19 -

    ah,
    begitulah bila nuansa hidup
    saling tekan
    saling injak
    tiada kasih
    yang ada adigang-adiguno
    kasihan guru
    kasihan murid
    kasihan..

  2. SD Santa Maria 25/10/2010 pukul 08:27 -

    PERS RILIS HAK JAWAB ATAS BERITA TANGGAL 22 DAN 23 OKTOBER 2010 PADA HARIAN :

    • Suara Merdeka tanggal 23 Oktober 2010 Hal A bersambung ke Halaman E kolom 1
    • Merapi Pembaharuan tgl 23 Oktober 2010 Hal 1 bersambung ke hal 11
    • Radar Banyumas tgl 23 Oktober 2010 Hal 1 bersambung ke hal 11
    • Okezone tgl 22 Oktober 2010
    • Pikiran Rakyat tgl 22 Oktober 2010
    • Trans TV tayang pukul jam 17.00 WIB
    • Global TV tayang pukul 14.00 WIB

    Berkenaan dengan kasus yang terjadi pada hari Kamis, 21 Oktober 2010 di SD Santa Maria Purwokerto tentang kekerasan maka pada hari Sabtu, 23 Oktober 2010 kasus tersebut telah ditangani bersama komponen-komponen terkait. Pihak sekolah setelah mengadakan konsultasi dengan Yayasan pada hari Sabtu, 23 Oktober 2010 pukul 11.00 WIB mengundang semua orang tua murid kelas 4B, semua pengurus komite sekolah, pemerhati yayasan, pengurus yayasan untuk mengadakan koordinasi penyelesaian masalah tersebut. Dalam koordinasi dihadiri pula Romo Tarsisius Puryatno, Pr selaku Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Purwokerto.
    Di hadapan orang tua murid dan semua pihak yang hadir dalam koordinasi tersebut disampaikan kesepakatan yang telah tercapai antara orang tua siswa dan sekolah yang disaksikan oleh Kapolsek Purwokerto Timur pada hari Jumat, 22 Oktober 2010. Kesepakatan tersebut adalah:
    1. Guru yang bersangkutan supaya memohon maaf kepada anak-anak kelas 4B SD Santa Maria Purwokerto.
    2. Guru yang bersangkutan supaya meminta maaf kepada orang tua murid kelas 4B SD Santa Maria Purwokerto.
    Tentang tindakan konkret untuk yang bersangkutan akan dikonsultasikan dengan yayasan. Dalam pertemuan orang tua murid dan pihak sekolah pada tanggal 22 Oktober 2010 Bapak Kapolsek Purwokerto timur menegaskan: “kesepakatan yang telah dicapai ini supaya dijalankan oleh semua pihak dan pembicaraan yang ada di sini harus satu kata. Untuk orang tua kelas 4B dan guru kalau A bilang A kalau B bilang B dan orang tua tidak menghubungi ke mana saja.”

    Setelah penyampaian kesepakatan yang telah dicapai pihak orang tua dan sekolah pada tanggal 22 Oktober 2010 selanjutnya dalam koordinasi disampaikan permohonan maaf oleh guru yang bersangkutan, pihak sekolah, pihak yayasan kepada:
    1. Siswa SD Santa Maria secara khusus siswa kelas 4B
    2. Orang tua murid SD Santa Maria secara khusus orang tua murid kelas 4B
    3. Pengurus komite sekolah
    4. Dinas pendidikan Purwokerto
    5. Masyarakat Purwokerto
    6. Gereja Keuskupan Purwokerto
    Permohonan maaf tersebut kemudian dteguhkan oleh pihak Keuskupan Purwokerto. Dalam peneguhannya Romo Tarsisius Puryatno, Pr menyakan langsung kepada semua orang tua murid apakah menerima niat baik dari pihak guru yang bersangkutan, sekolah dan yayasan. Jawaban orang tua murid secara serentak mengatakan menerima permohonan maaf dan selanjutnya terus akan mengadakan kerja sama dalam pendidikan putra-putrinya di SD Santa Maria. Pendampingan tersebut bukan hanya dalam kemajuan pelajaran tetapi juga pada kehidupan sehari-hari termasuk penggunaan jejaring social.
    Dalam koordinasi tersebut selain dilakukan permohonan maaf juga disampaikan keputusan yang diambil oleh sekolah dan yayasan, yaitu memberhentikan guru yang bersangkutan dari jabatannya dan selanjutnya akan diadakan pembinaan sebagai wujud tanggung jawab sekolah dan yayasan.
    Dalam koordinasi ini ada lima orang tua yang tidak hadir karena berbagai kesibukan maka pihak sekolah dan komite sekolah sepakat bahwa pihak sekolah mengajak guru yang bersangkutan untuk hadir ke rumah lima orang tua siswa tersebut guna menyampaikan permohonan maaf.
    Dengan diadakan koordinasi dengan semua komponen terkait ini dan permohonan maaf serta tindakan konkrit maka permasalahan di SD Santa Maria dinyatakan selesai dan semua pihak menerima dengan penuh persaudaraan.
    Purwokerto, 23 Oktober 2010
    Semua komponen yang hadir:
    1. Orang tua murid kelas 4B SD Santa Maria Purwokerto
    2. Kepala sekolah beserta staf
    3. Pengurus komite sekolah SD Santa Maria Purwokerto
    4. Pengurus Yayasan santo Dominikus Kantor cabang Purwokerto
    5. Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Purwokerto

Leave A Response