Komplotan Spesialis Pencuri Laptop Dibekuk

Ditulis 14 Okt 2010 - 19:40 oleh Banyumas1

Para pelaku komplotan spesialis pencuri laptop. (BNC)

Para pelaku komplotan spesialis pencuri laptop. (BNC)

Semarang – Empat anggota komplotan pencuri spesialis laptop berhasil dibekuk jajaran Polres Semarang (Jateng). Polisi menyita enam unit laptop dan 7 handphone sebagai barang bukti kejahatan. Keempat pelaku tersebut adalah  Nur Khamid (32) warga Gintungan, Desa Gogik, Ungaran Barat, Afredi alias Robet (28) warga Sidomulyo, Ungaran Timur, Sulis (28) warga Bawen dan Sinung (26) warga Bergas.

Kapolres Semarang AKBP Drs Hariyanta mengatakan, para tersangka adalah spesialis pencurian dengan sasaran perumahan dan kos-kosan. Penangkapan tersangka merupakan hasil penyelidikan menindaklanjuti laporan pencurian hp milik Maria Sri Wahyuni (41) warga Genuk Ungaran Barat. ”Diduga mereka sudah mendapatkan pesanan, karena yang menjadi sasaran pencurian adalah laptop dan hp. Para tersangka ditangkap di rumahnya masing-masing,” ujar Kapolres, Rabu (13/10).

Kapolres mengatakan, pihaknya masih mengembangkan pengungkapan kasus tersebut. Karena tidak menutup kemungkinan ada tersangka dan kasus lainnya. ”Para tersangka masih diperiksa untuk mengembangkan kasusnya. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” kata kapolres.

Dijelaskan Kapolres, dalam aksinya tersangka Khamid dan Robet mengendarai sepeda motor Honda Legenda bernopol H 4851 CL sebagai sarana transportasinya. Keduanya telah mencuri laptop di tempat kos-kosan di daerah Gunungpati Semarang dan mencuri HP di belakang RSUD Ungaran. ”Saat melihat ada orang sedang main laptop di kos-kosan, saya tunggui. Begitu ditinggal pergi oleh pemiliknya, laptop itu saya ambil,” ungkap tersangka Khamid.

Kepada polisi Khamid mengaku, barang hasil curian yang kini disita polisi tersebut sudah laku dijual seharga Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta. ” Uangnya saya bagi dan habis untuk foya-foya,” tutur Khamid.

Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka Khamid adalah seorang residivis. Ia pernah menjadi penadah motor curian dan baru keluar dari LP Ambarawa pada April 2010. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response