Pemkab Banjarnegara Tolak Keluarkan Ijin Pengeboran Sumur PT GDE

Ditulis 13 Okt 2010 - 19:33 oleh Banyumas1

KAWAH SIKIDANG:Ket foto : Calon lokasi pengeboran sumur baru PT GDE di Dataran Tinggi Dieng. (foto:tgr/BNC)

KAWAH SIKIDANG:Ket foto : Calon lokasi pengeboran sumur baru PT GDE di Dataran Tinggi Dieng. (foto:tgr/BNC)

BANJARNEGARA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara (Jateng) menolak mengeluarkan ijin pengeboran sumur baru pembangkit listrik tenaga panas bumi yang dikelola PT Geo Dipa Energi (GDE) unit Dieng. Pemkab Banjarnegara beralasan, karena belum ada kejelasan soal kontribusi pendapatan ke daerah. Jika pengeboran sumur baru tersebut tidak juga dilaksanakan hingga tahun 2011, maka dikhawatirkan kebijakan pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan kelistrikan 10.000 MW akan terhambat.

”Izin tidak akan dikeluarkan sebelum ada kejelasan kontribusi PT GDE ke Pemkab. Kabupaten lain yang memiliki potensi panas bumi serupa saja juga bisa memberikan kontribusi ke daerah. Kenapa di Banjarnegara tidak bisa,” kata bupati Bupati Banjarnegara Drs H Djasri, ST, MM, MT, Rabu (13/10).

PT Geo Dipa Energi unit Dieng sudah mengajukan permohonan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk oprasional sumur II dan III di Dataran Tinggi Dieng (DTD) sejak tahun 2007. Namun hingga saat ini, Pemkab Banjarnegara belum juga memberikan izin. Belakangan, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Dirjen Mineral Batubara dan Panas Bumi melayangkan surat pada bupati Banjarnegara bernomor No.533/30/DBB/2010. Kementerian ESDM meminta agar Bupati Banjarnegara untuk segera menerbitkan IMB sumur II dan III PT GDE unit Dieng.

”Atas surat dari Kementerian ESDM, kami tetap tegas untuk tidak memberikan ijin sebelum persoalan kontribusi pendapatan ke daerah terealisasi dan ada kejelasan,” kata Djasri.

Pengeboran sumur baru PT GDE unit Dieng merupakan salah satu program percepatan pembangunan kelistrikan 10.000 MW. Untuk mencukupi program tersebut, PT GDE dipatok agar membangun pembangkit panas bumi lagi pada awal tahun 2011 dan mulai difungsikan pada tahun 2014. Pengeboran sumur baru ini mengoperasionalkan dua unit pembangkit dengan kekuatan masing-masing 1 x 55 Megawatt dan 1 x 60 Megawatt. (BNC/tgr)


Tentang Penulis

Leave A Response