Bupati Banjarnegara Nyalon Wakil Bupati di Demak

WISATA PURBALINGGA
Ditulis 12 Okt 2010 - 21:07 oleh Banyumas1

Djasri bersama Ketua Partai Demokrat dan PAN Kabupaten Demak.

Djasri bersama Ketua Partai Demokrat dan PAN Kabupaten Demak.

Demak – Menjadi seorang pejabat seperti bupati atau wakil bupati agaknya  enak.  Buktinya, setelah tak mungkin lagi nyalon sebagai bupati di Kabupaten Banjarnegara (Jateng) untuk periode 2011- 2016, Drs H Djasri, ST, MM,MT mencoba peruntungan dengan nyalon wakil bupati di Demak. Djasri sudah dua periode menjadi bupati di Banjarnegara, oleh karenanya tak mungkin lagi mencalonkan diri sebagai bupati dimanapun lokasinya.

“Saya niat nyalon Wakil Bupati Demak dan harus menang. Karena saya sudah mengorbankan diri meninggalkan Banjarnegara, yang telah 26 tahun membesarkan saya hingga seperti sekarang, untuk kembali ke Demak,” kata Djasri di hadapan pengurus Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN), pada deklarasi ‘Koalisi Masa Depan’ di Demak, Kamis  (7/10).

Ketika mencalonkan diri sebagai bupatiBanjarnegara untuk periode pertama, Djasri menggunakan kendaraan PDI Perjuangan. Kemudian pada periode kedua pencalonannya, Djasri loncat ‘pagar’ dan menggunakan kendaraan Partai Golkar. Kini di Kabupaten Demak, Djasri mencoba peruntungan melalui partai Demokrat dan PAN.

Djasri yang merupakan penduduk asli Kelurahan Betokan Kecamatan Demak Kota itu mengaku serius pulang kampung dan berniat membangun tanah kelahirannya menjadi semakin baik dan maju. Djasri juga mengaku ada beban moral terhadap warganya di Banjarnegara, jika dirinya tak dapat memenangkan Pemilukada Demak tahun 2011. “Makanya, tolong carikan saya pasangan calon bupati yang benar-benar bisa memenangkan pemilukada,” kata Djasri.

Djasri berdalih, menjadi seorang pemimpin adalah amanah. Karenanya harus dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. Di samping pula bekerja secara bersih, dilambari inovasi-inovasi untuk memajukan wilayah yang dipimpinnya. Serta berani mengatakan ‘tidak’, untuk hal-hal di luar ketentuan yang benar.

“Untuk menjadi pemimpin yang bersih dan bertanggungjawab, seseorang harus ber-akhlaqul karimah, memiliki visi yang jelas dan transparan. Agar dapat menjadi teladan masyarakat, akhlak mulia tak hanya dimiliki diri sendiri, namun juga harus dimiliki istri, anak, dan keluarga,” kata Djasri.

Sementara itu Ketua DPC Demokrat Kabupaten Demak H Giyanto mengaku optimis telah mengantongi nama calon bupati yang bakal memenangkan Pemilukada Demak 2011. “Nanti secepatnya kami sampaikan kepada masyarakat, calon bupati yang paling pantas berdampingan dengan Pak Djasri untuk memenangkan Pemilukada Demak,” kata Giyanto. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. mamock 29/01/2011 pukul 15:00 -

    ini guyonan yang pantas untuk ditertawakan bagi orang2 sindrom kali yah

  2. ryan 23/10/2010 pukul 05:57 -

    apa prestasi Pak Djasri di banjar yg menonol ya? apakah tidak ada orang lain di Demak yang layak menjadi peimpin di sana shg harus impor? bahasa Pak Djasri pulang kampung, dan katanya ada beban moral utk warga Banjar….. “kok kayak digayuh-gayuh” –memang warga banjar yang mana>

    ramainya org daftar walikota / wakil bupati dari semula wali/bupati lebih mencerminkan nafsu kekuasaan. tidak lain tidak bukan. mereka enggan menjadi rakyat biasa, krn biasa dawuh dan perintah……………. memaksakan sekali org2 Indoesia ini, tidak ada etika sama sekali di ranah kekuasaan

Leave A Response