Asap Solfatara Ancam Warga Lereng Merapi

Ditulis 12 Okt 2010 - 20:44 oleh Banyumas1

Asap Solfatara Gunung MerapiKlaten – Aktifitas Gunung Merapi di perbatasan Jateng – DI Yogyakarta semakin menunjukkan peningkatan. Aktifitas Gunung Merapi menunjukkan gumpalan asap Solfatara di puncak Gunung. Asap ini muncul karena adanya tekanan magma yang semakin menguat dari dalam perut gunung.

Munculnya asap Solfatara ini sempat membuat warga semakin was-was.Tak hanya itu, warga disekitar lereng Merapi juga sudah mulai mencium bau belerang. Warga disekitar Merapi dari sisi wilayah Klaten yakni di Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Kemalang, dapat menyaksikan dengan jelas gumpalan asap Solfatara.

Kepala Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Kemalang, Kuwat mengatakan, asap solfatara terlihat jelas jika cuaca cerah. Asap tersebut mengepul dari kawah Gunung dengan posisi tegak lurus, kondisi ini berbeda dengan sebelumnya yang menyebar.

“Asap tersebut terlihat menyelimuti lereng gunung. Namun asap ini belum sampai ke pemukiman penduduk. Warga lereng gunung hanya sudah mulai mencium bau belerang,” kata Kuwat.

Kasubbid Potensi Linmas pada Kesbanglinmaspol Klaten Joko Rukminto mengatakan, berdasar pemberitahuan dari Balai Penyelidikan Penelitian Teknologi Kegunungapian (BPPTK)  Yogyakarta menyebutkan jika aktifitas Gunung Merapi terus mengalami peningkatan. Tercatat terjadi gempa vulkanik 36 kali, sedangkan untuk gempa multi phase (MP) 242 kali. Selain itu, tekanan magma bumi juga mengalami peningkatan. Sehingga mengeluarkan asap solfatara, meski jumlahnya masih relative sedikit.

“Asap Solfatara ini cukup berbahaya karena jika dihirup dapat menimbulkan infeksi saluran pernapasan,” kata Joko.

Dikatakan Joko, berdasar pemantauan BPPTK, asap solfatara telah menyelimuti langit Desa Balerante, dan Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang. Oleh karenanya, pihaknya berharap ada upaya yang harus segera dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari keluarnya asap solfatara tersebut dengan memberikan masker kepada warga.

Joko menambahkan, jika kondisi Gunung Merapi semakin membahayakan, maka sekitar 5.727 warga di tiga desa yakni Desa Sidorejo, Balerante, dan Tegalmulyo, Kecamtan Kemalang, Klaten siap diungsikan sewaktu-waktu . “Warga di tiga desa ini sangat rentan sebagai korban letusan Gunung Merapi,” tambah Joko. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response