JPKS SMPN 3 Bukateja Perbesar Peluang Menangkan LSS

Ditulis 07 Okt 2010 - 17:14 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Dalam penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Jawa Tengah, SMP Negeri 3 Bukateja membuat gebrakan baru yang belum dimiliki sekolah lain se-Jateng. Selain unggul dengan adanya kantin kejujuran dan 35 titik biopori sebagai tampungan air hujan, SMP yang terletak di desa Kutawis ini juga memiliki Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Sekolah (JPKS) dengan menghimpun premi Rp. 5.000/siswa setiap tahunnya.

“JPKS ini suatu hal yang baru dan belum ada di sekolah lainnya. Ini hal yang sangat bagus karena memberikan perlindungan kesehatan siswa, terutama kalau ada siswa yang sakit dan perlu dirujuk ke rumah sakit. Ini tentu saja memberikan nilai plus bagi SMP Negeri 3 Bukateja,” ujar Ketua Tim Penilai LSS SMP Tingkat Provinsi Jateng, Tuslam, usai menuntaskan penilaian di sekolah yang dipimpin Bangun Pracoyo SPd, kemarin.

Nilai plus lain yang cukup menjadi perhatian antara lain pembuatan kompos, pembuatan jamu dari tanaman herbal yang ditanam di sekitar sekolah, kebun sekolah dan areal pijat refleksi. Bupati Drs Heru Sudjatmoko, M.Si yang hadir di sela-sela penilaian juga menjajal kemampuan Kader Kesehatan Remaja (KKR) dalam mengukur tekanan darahnya. Kemampuan KKR dalam penanganan kesehatan dasar juga salah satu poin penting dalam penilaian.

“Kalau saat ini SMP 3 Bukateja menjadi salah satu obyek penilaian itu berarti sudah agak layak sebagai sekolah sehat. Mudah-mudahan memang layak dan dapat memenangkan LSS di Tingkat Nasional, meski itu bukan tujuan utama,” ujar Bupati Heru di depan para tim penilai, pendamping dari Sekretariat Tetap UKS Kabupaten dan Kecamatan, para guru dan KKR.

LSS Untuk Motivator

Usai melihat-lihat beberapa bagian sekolah yang ramah lingkungan ini, Bupati Heru meminta kepada pihak sekolah untuk tetap optimis apapun hasilnya nanti. Jika memang dinilai baik dan menjadi juara, Bupati Heru berharap SMP Negeri 3 Bukateja ini bisa menjadi motivator sekolah lainnya di Purbalingga untuk meningkatkan kualitasnya menjadi sekolah sehat yang sesuai standar. Sebaliknya, jika memang belum beruntung untuk tetap menindaklanjuti saran-saran dari Tim Penilai agar semain memperbaiki diri.

“Saya sedih kalau yang bagus dan sehat sekolahnya itu Cuma yang ikut lomba dan yang menang. Seharusnya yang ikut lomba dan yang menang itu kan bisa menjadi contoh dan motivator bagi yang belum diikutkan dalam LSS. Karena ke depan kita berharap tetap ikut dan bergiliran ke sekolah-sekolah lainnya,” tambah Bupati yang terkenal kalem dan bersahaja ini.

Selain SMP Negeri 3 Bukateja, SD Negeri 1 Beji Bojongsari juga menjadi obyek penilaian LSS SD Tingkat Jateng. Tim penilai diterima oleh Wakil Bupati Drs Sukento Ridho Marhaendrianto, MM, Asisten Administrasi Pembangunan Kodadiyanto, SH, MM dan Kabid Pendidikan Luar Sekolah Iskak, S.Pd, M.Pd, serta kepala SD 1 Beji Sri Hartini SPd. Tim penilai dipimpin Nur Abadi dan beranggotakan enam orang. (BNC/cie)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. eko sigit 23/03/2011 pukul 12:37 -

    wih semoga smp N 3 bukateja jadi pemenang LSS sampe tgkat
    nasional bila perlu internasional…..amin…

    by:alumnus

Leave A Response