Gubernur Kecewa, Bantuan Kambing Dibelikan Cempe

Ditulis 29 Sep 2010 - 14:50 oleh Banyumas1

Purbalingga – Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengaku kecewa soal bantuan ternak kambing kepada kelompok tani, ternyata malah dibelikan cempe. Gubernur ketika itu memberikan bantuan 100 ekor ternak kambing seharga masing-masing Rp 1 juta. Namun, kenyataannya, kelompok tani yang menerima harga per kambingnya hanya dibelikan Rp 400 ribu saja.

Gubernur mengungkapkan kekecewaannya dihadapan sekitar 1.146 orang penyuluh, pendamping dan pengurus Gabungan kelompok tani (Gapoktan) pelaksana Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) se-eks karesidenan Kedu dan Banyumas, di kantor BP4K (Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan Perkebunan dan Kehutanan) Purbalingga, Rabu (29/9).

Gubernur mengkisahkan, ketika melakukan kunjungan di suatu desa  beberapa bulan lalu, ada warga anggota kelompok tani yang minta dibelikan kambing. Lantas Gubernur menanyakan berapa butuhnya kambing yang akan dipelihara dan berada harga per ekornya. Dan akhirnya Gubernur memberikan bantuan uang Rp 100 juta untuk dibelikan kambing.

“Setelah memberikan bantuan, saya merasa seperti tidak enak hati. Lalu sebulan kemudian, saya mengutus seseorang untuk melakukan pengecekan lapangan. Ternyata benar, bukan kambing yang diberikan, tetapi malah cempe (anak kambing),” kata Gubernur Bibit Waluyo.

Menurut Gubernur, dari bantuan senilai Rp 1 juta per ekor, hanya dibelikan cempe seharga Rp 400 ribu. “Lha yang Rp 600 ribu kemana. ? Ini baru satu permasalahan  dari berbagai persoalan yang saya hadapi setelah dua tahun menjadi gubernur,” tutur Bibit Waluyo.

Gubernur mengingatkan, kelompok tani hendaknya tidak berbuat curang. Berperilakulah yang jujur sehingga dapat bermanfaat bagi hidupnya. “Kalau sudah dibantu, ya mestinya harus netes (menghasilkan), jangan malah membuat kecewa yang membantu,” pinta Gubernur.

Kepada pengurus Gapoktan, Gubernur juga meminta agar bersikaplah yang lurus. Tidak perlu bohong. Jika ada bantuan, tentunya harus dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Pihak kepala desa bersama gapoktan juga harus saling bekerjasama dengan baik, dengan cara ini maka upaya mensejahteraan warga masyarakat desa melalui program Bali Ndeso Mbangun Deso akan memberikan manfaat,” kata Gubernur. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response