Wisatawan Belanda Bernostalgia ke Purbalingga

Ditulis 23 Sep 2010 - 17:39 oleh Banyumas1

DSC_0269

PURBALINGGA – Sebanyak 20 orang wisatawan dari Nederland, Belanda, Kamis (23/9) melakukan kunjungan ke Purbalingga. Selain mengunjungi obyek wisata, para wisatasan juga bernostalgia ke sejumlah tempat seperti di pendopo Dipokusumo dan ke pabrik permen Davos. Pendopo Kabupaten itu konon merupakan peninggalan Belanda. Begitu pula dengan pabrik permen Davos sudah berdiri sejak tahun 1931 ketika Belanda masih menjajah Indonesia.

Wisatawan yang tergabung dalam Yayasan ‘Pikulan’, selain melakukan perjalanan wisata juga memantau bantuan beasiswa yang diberikannya kepada 300 anak di tiga pulau masing-masing Jawa, Bali dan Sulawesi. Yayasan yang berdiri 25 tahun silam bergerak dalam membantu pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Bantuan biaya pendidikan yang kami berikan masing-masing berada di pulau Jawa di delapan Kabupaten, di Bali dan Sulawesi masing-masing satu kabupaten,” kata Ketua Yayasan Pikulan Baoke Baron, Kamis (23/9).

Menurut Baron, Yayasan yang didirikan kini beranggotakan para dermawan di Nederlan. Mereka merupakan generasi ke tiga dari para veteran perang Belanda yang pernah bertugas di Indonesia.

“Para pendahulu kami yang pernah berperang di Indonesia, ingin membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu dalam membiayai sekolah. Kami tahu ketika perang dahulu, masih banyak anak-anak Indonesia yang di desa sangat perlu bantuan untuk pendidikan. Oleh karenanya, kami ingin membantu mereka untuk bersekolah mulai SD hingga SMA,” kata Baoke Baron.

DSC_0066

Diungkapkan Baoke Baron, yayasan yang didirikan para pendahulunya mengambil nama Pikulan.  Nama ini merupakan alat pemikul warga pedesaan di Indoensia. Konon, yang memikul itu kebanyakan orang-orang yang tidak mampu. Filosofinya memikul beban baik beban di depan maupun di belakang. “Oleh karenanya kami menamai yayasan dengan nama ‘Pikulan’ yang dimaksudkan untuk ikut mengurangi beban masyarakat yang berat menopang hidupnya,” kata Baoke Baron yang didampingi pengurus perwakilan Indonesia Maria Sumarti.

Kunjungan Wisata

Rombongan wisatawan setelah menginap di Owabong, melakukan kunjungan ke Pendopo Dipokusumo. Rombongan diterima oleh Bupati Heru Sudjatmoko, Wakil Bupati Drs Sukento Ridho Marhaendrianto, masing-masing beserta istri, dan sejumlah pejabat di jajaran Pemkab. Di pendopo Dipokusumo, para wisatawan bernostalgia melihat-lihat pendopo peninggalan jaman Belanda yang kini sudah banyak berubah.

“Kabupaten Purbalingga mulai berdiri tahun 1830. Cikal bakal bangunan pendopo ini merupakan peninggalan jaman Belanda,” kata Bupati Heru Sudjatmoko.

Dikatakan heru Sudjatmoko, pemerintah Belanda yang datang ke Indonesia, selain menjajah, ternyata juga memberikan sisa peninggalan bangunan, serta pendidikan, penyebaran agama, culture, dan perdagangan internasional. “Kini Indonesia dan Belanda sudah merupakan bangsa yang sejajar, dan sedikit banyak peninggalannya juga mempengaruhi kehidupan masyarakat di Purbalingga dulu,” kata Heru Sudjatmoko.

Para wisatawan Belanda ini juga menikmati sajian makanan yang pernah dinikmatinya yakni buntil dan sate ayam. Makanan buntil konon pernah menjadi makanan favorit Belanda beberapa tahun silam ketika menduduki wilayah Purbalingga. Selain itu juga disuguhi jajanan mendoan dan es dawet.

DSC_0298

Pabrik Permen Tertua

Usai berkunjung ke Pendopo kabupaten, rombongan menggunakan dokar (andong kuda) menuju pabrik permen Davos di Kelurahan Kandanggampang. Pabrik permen Davos merupakan pabrik peninggalan jaman Belanda. Pabrik permen Davos merupakan satu-satunya di Indonesia dan berada di Purbalingga. Di negeri Belanda, menurut para wisman juga ada pabrik permen Davos yang bergambar Ratu Belanda Wilhelmina.

Di lokasi pabrik, wisatawan selain menikmati suguhan lagu-lagu keroncong dan menikmati jajanan nasi goreng ala Belanda. Suasanapun menjadi makin meriah ketika beberapa wisatawan ikut mendendangkan lagu ‘Sungai Serayu’ dan Nina Bobo’. Mereka sedikit banyak hafal dengan syair-syair lagu itu.

Setelah mengunjungi proses produksi dan packing, para wisatawan kembali melanjutkan perjalanan menggunakan dokar ke Desa Wisata Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari. Di desa Karangbanjar, para wisatawan disuguhi musik khas desa thek-thek dan gejog lesung. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Douglas Hagy 11/12/2011 pukul 20:34 -

    I precisely wanted to thank you so much again. I am not sure the things that I would’ve worked on without the actual creative concepts shown by you regarding that industry. This was the horrifying problem in my circumstances, nevertheless understanding a professional avenue you resolved that took me to weep with happiness. I am just grateful for this support and even trust you know what an amazing job you were accomplishing instructing people using a blog. More than likely you have never met any of us.

  2. Arthur Dibella 11/12/2011 pukul 20:32 -

    I like the helpful information you provide in your articles. I’ll bookmark your weblog and check again here frequently. I’m quite sure I’ll learn a lot of new stuff right here! Good luck for the next!

  3. Landon Swartzendrube 28/10/2011 pukul 19:30 -

    excellent post, very informative. I wonder why the other specialists of this sector do not notice this. You must continue your writing. I’m sure, you’ve a huge readers’ base already!

  4. Wijayatama 04/10/2010 pukul 13:38 -

    Ingin berlibur ke pantai atau wisata bahari tapi dekat dari Jakarta atau bahkan merupakan bagian dari kota Jakarta??? Mungkin sebagian teman-teman langsung berpikir bahwa pantai itu Ancol bukan? Nah, Selain Ancol yang udah padat dengan pengunjungnya masih ada lho tempat tenang yang jauh dari keramaian kota..yakni Taman Nasional Kepulauan seribu. Untuk Informasi Pulau Seribu, Pulau Bidadari, Pulau Pantara, Pulau Kotok, Pulau Putri, Pulau Ayer atau diPulau Sepa.. Hubungi kami :

    Kantor Pemasaran Pulau Seribu :

    Jl. Lodan Timur No.7 Marina Ancol Jakarta 14430.
    Telp : (021)640 6166
    Fax : (021)640 7344

    Jl. Raya Condet, No. 1 Jakarta.
    Telp : (021)8088 9688
    Fax : (021)8088 9671

    24 Hours :
    08159977449 / (021)682 74005

    Email : wijayatama@pulauseribu-wisata.com
    Website : http://www.pulauseribu-wisata.com
    Facebook : http://facebook.com/pulauseribu

Leave A Response