Bernostalgia Dengan Pensiunan, Bupati Purbalingga Menangis

Ditulis 18 Sep 2010 - 13:03 oleh Banyumas1


PURBALINGGA – Bertemu dengan teman-teman lama semasa awal bekerja sebagai CPNS
di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat (Dati) II Purbalingga
menjadi kesempatan yang langka bagi Bupati Heru Sudjatmoko. Tak heran, jika
Bupati yang mengawali karirnya sebagai PNS Golongan II/b ini sampai menangis
mengenang masa lalunya.

“Maaf jika dalam menyampaikan sambutan ini tersendat-sendat. Sama sekali tidak
saya sengaja. Saya hanya terharu jika mengenang masa-masa lalu bersama
bapak-bapak dan ibu-ibu disini. Saya bisa menjadi seperti sekarang ini juga tak
lepas dari peran bapak ibu sekalian,” ujarnya terisak, saat memberikan Sambutan
dalam Acara Halal Bi Halal Paguyuban Pensiunan Pemkab Purbalingga “Mawar Biru”
di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Sabtu (18/9).

Dalam sambutannya, Bupati berkisah tentang suda dukanya sejak kecil. Mulai saat
masih duduk di SD, masuk SMP 2 Purbalingga yang dulu sering diistilahkan sebagai
sekolah anak-anak desa, masuk SMA dengan teman-teman yang di kemudian hari
menjadi rekan kerja di Pemda Purbalingga sampai saat memutuskan kuliah di APDN.

“Dulu saya ingin sekali masuk UGM. Tapi karena harus bayar sumbangan, bapak saya
menyarankan saya untuk cari sekolah yang nggak bayar. Setelah dapat informasi
dari seorang teman, Arif namanya, rumahnya barat Radio Ardi Lawet itu, katanya
ada sekolah tidak bayar, namanya APBD di Semarang. Lulusannya biasanya jadi
camat. Saya nggak ngejar jadi camatnya, saya tertarik tidak bayarnya itu,”
kenangnya.
Lulus APDN ditempatkan di Pemda Purbalingga, di Bagian Pemerintahan Setda
Purbalingga. Disanalah beliau bertemu dengan seorang pegawai honorer yang
akhirnya menjadi pendamping hidupnya hingga saat ini. Beliaulah Ny. Sudarli.

Bupati menceritakan bagaimana pertama kali beliau bekerja di pemerintahan,
menjadi bawahan siapa, diberi tugas oleh siapa, ditemani siapa, harus menemani
siapa dan kebanyakan siapa-siapa yang disebutnya hadir dalam acara siang itu.
Jadilah acara nostalgia yang mengharu biru.


Pensiunan Minder
Berbeda dengan Bupati Heru, para pensiunan justru merasa minder saat harus
berdampingan dengan mereka yang masih aktif bekerja sebagai PNS. Meskipun ada
diantara pensiunan itu yang pernah menduduki jabatan prestisius semasa karirnya.

“Untuk itu Pak Bupati, maaf jika saat open house kemarin kami nggak bisa datang.
Selain kami harus berperan sebagai kasepuhan yang didatangi cucu-cucu, kami juga
minder jika harus berdampingan dengan bapak ibu yang masih ngasto. Jadi kalau
bisa, setiap tahun, berilah kami kesempatan halal bi halal sendiri dengan Pak
Bupati seperti sekarang ini,” pinta Ketua Paguyuban Pensiunan “Mawar Biru”
Soedino, SE yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga.
Soedino yang berperan mewakili para pensiunan juga berharap Bupati Heru tetap
bersikap dan berkarakter yang sama seperti yang pernah mereka kenal selama ini.
Heru Sudjatmoko yang mereka kenal selama bekerja di Pemerintah Kabupaten Dati II
Purbalingga, adalah sosok yang sederhana, tidak neko-neko, ramah dan tidak
pernah menyakiti hati siapapun. (BNC/cie)

Tentang Penulis

Leave A Response