Cerpil: Nanang Anna Noor

Merobek Kabut (02)

cerpil

DANDI duduk di kursi panjang yang tak jauh dari kamar bersalin. Seorang pria disampingnya terlihat asyik mendengarkan lagu dari ponselnya. Mata pria ini sesekali terpejam, seperti tengah menghafal syair syaiir lagu melo itu. Dandi terusik . Dadanya seperti terhimpit sesuatu. Lagu melo Karena Kucinta Kau dari BCL.
“Ini lagu kesukaan Dinda,” Dandi buru buru merebut handphone.
“ Tolong kerasin dikit,” ujar Dandi
Pria ini hanya bengong, melihat tingkah teman satu kursi itu.

Pukulan jari pada piano dan lead gitar intro lagu itu sangat lekat ditelinga Dandi. Itu pertamakali Dinda meminta agar Dandi mendengarkan lagu itu.
“ Itu lagu kesayangku mas. Lagunya aku banget,” ujar Dinda suatu hari mengirim sms ke Dandi.

Syair pada refreain lagu itu Dandi sangat hapal. Lagu ini seperti mengungkap misteri yang tersembunyi di dalam kabut yang selama belasan tahun tak pernah terurai.
…………………………………………………
Saat kau ingat aku, kuingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Kutahu kau selalu ingin denganku
kulakukan yang terbaik yang bisa kulakukan
Tuhan yang tahu kucinta kau

“ Aku tak percaya syair itu seperti hatimu,” Dandi mencoba memancing Dinda
“ Ya dah kalau ndak percaya, tapi jujur itulah yang terjadi selama ini,”  Dinda mencoba menjelaskan.
Dandi mencoba menghentikan sms balasan. Matanya sembab, ada yang mendadak bergerak menjalar di dalam hatinya.
“ Jadi kau selama belasan tahun ini merasakan hal sama seperti yang kurasakan,”  dalam hati Dandi. Dia tak berani mengirim sms dengan kata kata itu.
“ Kau tahu, aku merasakan hal sama seperti yang kau rasakan,” Dandi mengirim sms. Hatinya bergetar. Syair syair lagu BCL itu mencoba diingat ingat.
“Benarkah kau selama ini mencintaiku?” sms sending menuju Dinda.
“ Itu kalau kau percaya mas. Kau saja yang tidak tahu,” ujar Dinda
“ Bukankah kau dulu mengatakan, agar aku mencari gadis lain. Itu artinya memang kau tak menerima cintaku,” Dandi terus mencecar seolah ingin segera membongkar seluruh isi hati Dinda.

Sejam lebih Dinda tak membalas sms Dinda. Jari lelaki yang merasa telah dikhianati ini langsung menekan nomor nomor angka Dinda.
“ Assalamualaikum, kuharap kau tak mempermainkanku,” ujar Dandi
“ Waalaikumasalam, sama sekali tidak mas. Aku berkata apa adanya,”
“Sungguh,” Dandi kembali tak percaya.
Dandi seperti mendengar suara wanita yang pernah dicintai setengah mati itu terasa berat. Pelan, Dinda menceriterakan nasib cintanya yang harus kandas karena sikap orang tuanya.
“ Orang tuaku sama sekali tak mengijinkan hubungan kita. Sepertinya itu harga mati. Alasannya karena kita masih saudara sangat dekat,” suara Dinda terhenti.
Dandi terhenyak. Tak ada suara di speaker kedua  ponsel itu. Lamat lamat ada isak tangis dari telepon di telinga Dandi.
“ Kau menangis Dinda? Maafkan aku sama sekali tak tahu jika itu alasanya. Maafkan aku Dinda,” Dandi mencoba menahan hatinya yang gelisah.
“ Aku sangat terkejut saat tiba tiba mas Dandi menikah.. Bukankah kita belum pernah bicara. Tiba tiba mas pergi dan menghilang ,” Dinda mengeluh.
“Aku pergi darimu. Karena yang kutahu kau tak pernah bisa menerima aku,”    Dandi kembali mengulang alasan dan rasa bersalahnya.
Dinda kembali menangis, suara itu jelas terdengar di speaker handphone Dandi. Air mata wanita yang telah memiliki satu anak lucu itu membasahi sprei. Hening. Tak ada kata kata. (BERSAMBUNG)

8 Comments

  1. Cerpil Merobek Kabur karya Nanang Anna Noor, alurnya lambat dan cenderung sengaja memperpanjang dialog. Metafor metafor pada awal paragraf kerapkali kalimatnya tidak variatif. Meski begitu ceiteranya memang membuat pembaca penasaran dan ingin segera tahu endingnya. Pintar membuat kejutan….asem tenan ki ….apasih akhirnya………………………..

  2. Kelamaan pak seri berikutnya. Malah jadi lupa ceriteranya. Harusnya setiap dua hari sekali atau paling lama tiga hari sekali muncul. Jadi nggak nunggu nunggu. Itusih cuma usul kalau kalau ditanggapi. Inggih to?
    Tks, wied blora

  3. jangan jangan ini pengalaman pribadi penulisnya. Kalau bisa sambunganna angan kelamaan pak….cape deh..nunggunya. keburu imajinasiku ilannnnngggggggggg

  4. jangan jangan ini pengalaman pribadi penulisnya. Kalau bisa sambunganna angan elamaan pak….cape deh..nunggunya. keburu imajinasiku ilannnnngggggggggg

  5. Sangat jarang sebuah web site news mau menyuguhkan cerita fiksi, apalagi ceritera bersambung. Jadi ini merupakan sebuah kelebihan yang jarang dimliki. Patut diacungi jempol deh…. salut . Salam kreatif

    Fer-fer
    Kelompok Penulis Ende (KPE)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.