Bendera Indonesia – Malaysia Dilarung di Kaki Gunung Merapi

Ditulis 08 Sep 2010 - 15:05 oleh Banyumas1

Ritual perdamaian indonesia-malaysiaMAGELANG – Mensikapi krisis hubungan antara Indonesia dan Malaysia, beragam cara dilakukan warga Indonesia. Ada demo membakar simbul negara, sweeping serta poster gayang Malaysia. Namun berbeda apa yang dilakukan Agus Merapi, seniman asal Magelang (Jateng),  karena  melakukan ritual  perdamaian untuk kedua negara serumpun tersebut.

Ritual perdamaian dilakukan Agus Merapi di alur Sungai Blongkeng yang membelah wilayah Kecamatan Salam dan Muntilan, Kabupaten Magelang, Selasa (7/8). Di atas bebatuan kecil di antara aliran sungai itu, Agus melukis bendera Indonesia dan bendera Malaysia di atas kain yang ditempel pada sebuah papan.

Selain melukis simbul kedua negara tersebut, juga terdapat beberapa batang dupa untuk meruwat kedua bendea negara tersebut. Sejumlah piranti sesaji yang digunakan, seperti gamelan jawa, boneka dan patung kepala kambing. Tak lupa, bunga mawar yang ditaburkan di atasnya.

Sedangkan lukisan bendera  berukuran 1,5 meter  x 1 meter,  dibawa berjalan ke arah hulu, dengan tersengal-sengal melawan arus dan berjalan di atas bebatuan, membuatnya harus berjuang keras untuk bisa berjalan maju.

Sesampai di bagian tepian yang relatif dalam, lukisan diletakkan di air dan ditaburi bunga mawar. Sambil melakukan ritual, untuk kemudian  lukisan bendera itu dilarung yang mengikuti aliran air bergemericik, dengan pelan kedua bendera diatas papan hanyut ke arah hilir.

Usai ritual, Agus menyatakan, larung itu merupakan simbol pencucian jiwa kedua bangsa yang saat ini sedang berunding untuk menyelesaikan konflik. “Dengan pencucian itu, kami harapkan para utusan negara yang berunding bisa berpikir dengan hati yang jernih sehingga bisa menghasilkan  kesepakatan damai yang menguntungkan kedua pihak,” jelasnya.

Menurutnya,  bertepatan dengan datangnya  Idul Fitri 1431 H, seharusnya menjadi momentum bagi kedua belah pihak untuk saling memaafkan. Selanjutnya, ia berharap  kedua negara lebih berpikir agar masing-masing bersikap lebih baik lagi. “Indonesia dan Malaysia adalah negara yang masih serumpun dan sama-sama menjunjung budaya timur,” ujarnya,

Maka perselisihan apalagi pertikaian tidak  perlu terjadi karena tentunya, kedua belah pihak akan lebih mementingkan kerukunan  hidup layaknya orang bertetangga. Dipilihnya lokasi hilir Gunung Merapi sebagai tempat  ritual,  karena sungai tersebut merupakan perlambang kemakmuran warga  setempat. (py)

Tentang Penulis

Leave A Response